Politik Pemerintahan

Antisipasi Kerawanan Pilkades Tuban, 1.400 Personil Gabungan Diterjunkan

Personil gabungan dari Polres Tuban, Kodim 0811 Tuban, Satpol PP dan juga Linmas saat mengikuti gelar pasukan menjelang pengamanan Pilkades di Tuban.[foto: M Muthohar/beritajatim.com]

Tuban (beritajatim.com) – Kepolisian dari Polres Tuban bersama dengan Kodim 0811 Tuban dan juga Pemkab Tuban tmenggelar Apel Pergeseran Pasukan dalam pelaksanaan pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di sebanyak 47 desa yang ada di 17 kecamatan di Kabupaten Tuban yang akan berlangsung tanggal 27 Oktober 2022.

Apel gelar pasukan tersebut berlangsung di halaman belakang Mapolres Tuban untuk melakukan pengecekan kesiapan personil dalam pengamanan Pilkades serentak di Tuban. Guna mencegah terjadinya kerawanan, seribu lebih personil gabungan dikerahkan untuk melaksanakan pengamanan Pilkades di Tuban itu.

Dalam kegiatan apel pergeseran pasukan itu, Kapolres Tuban, AKBP Rahman Wijaya menyampaikan, saat ini personel keamanan telah melaksanakan Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan Pilkades serentak tahun 2022 yang bertujuan untuk memastikan pengamanan Pilkades serentak itu.

“Apel ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memastikan kesiapan personel maupun sarana prasarana pendukung dalam pilkades,” terang AKBP Rahman Wijaya, Kapolres Tuban setelah kegiatan apel itu.

Adapun jumlah personil untuk pengamanan Pilkades tahun ini ada sebanyak 1.400 personel gabungan Polri, TNI, Satpol PP dan Linmas yang dikerahkan. Selain itu juga disiapkan backup dari Brimob Polda Jatim serta beberapa personel polres sekitar yang distandby kan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Mantan Kapolres Sumenep itu menambahkan, dalam pelaksanaan apel tersebut, selain pengecekan kesiapan personil dan juga pergeseran pasukan, para personel pengamanan yang akan dikirim ke masing-masing desa yang ada Pilkades itu juga melaksanakan pelatihan atau simulasi pengamanan pilkades serentak.

Simulasi pengamanan Pilkades serentak yang berlangsung di halaman belakang Mapolres Tuban.[foto: M Muthohar/beritajatim.com]
“Dari kegiatan simulasi ini diharapkan apabila di lapangan ditemukan adanya permasalahan-permasalahan Kamtibmas, Isya Allah bisa mengendalikan situasi tersebut dengan aman dan kondusif,” tegas Kapolres Tuban.

Sementara itu, Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky yang hadir dalam kegiatan itu mengatakan, berdasarkan dari hasil identifikasi selama ini ada tiga desa yang teridentifikasi rawan terjadinya konflik. Ketiga desa itu berada di Kecamatan Plumpang, Jenu dan Kecamatan Merakurak.

“Ketiga desa itu teridentifikasi rawan karena berkaitan antar calon yang saling kuat ingin jadi. Ini yang kita identifikasi,” kata Bupati Tuban, tanpa merinci secara detail tiga desa yang rawan konflik tersebut.

Meski terdapat tiga desa yang teridentifikasi rawan terjadi konflik saat Pilkades berlangsung, Bupati menyatakan bahwa hal tersebut telah diantisipasi oleh pihak pengamanan dengan mensiagakan personel dititik-titik yang teridentifikasi rawan terjadinya konflik. Ia berharap, pesta demokrasi tingkat desa itu supaya diambil hal-hal positifnya, dimana semua calon kepala desa (Cakades) ini memiliki niatan untuk membangun desa agar lebih baik.

“Jadi tidak usah terlalu fanatik dengan salah satu calon. Karena siapapun yang terpilih adalah yang terbaik dari proses demokrasi yang dilakukan di masyarakat,” pungkasnya.[mut/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar