Politik Pemerintahan

Antisipasi Kekeringan, ini yang Dilakukan BPBD Ponorogo

Petugas BPBD Ponorogo mengecek mobil tangki penyalur air bersih. (Foto/dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – BPBD Ponorogo mulai melakukan pemetaan wilayah di bumi reyog yang berpotensi kekeringan. Hal itu dilakukan sebab saat ini sudah menjelang musim kemarau. Data kekeringan tahun 2019 menjadi acuan BPBD Ponorogo untuk antisipasi wilayah kekeringan di Ponorogo. Dalam data tersebut, terdapat 41 dusun, 24 desa, 10 kecamatan yang mengalami kekeringan. Dari data itu, warga yang terdampak sekitar 10 ribu jiwa.

“Semua kebencanaan harus diperhatikan betul-betul. Menjelang musim kemarau ini, potensi kekeringan terjadi. Maka kami lakukan pemetaan wilayah kekeringan di Ponorogo,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Setyo Budiono, Kamis (10/6/2021).

Antisipasi yang dilakukan, kata Budi sapaan akrab Setyo Budiono dengan menyiapkan sarana dan prasarana. Yakni kesiapan 3 mobil tangki dengan kapasitas 5-6 ribu liter, tandonisasi dan jerigen. Untuk wilayah langganan kekeringan pun juga sudah didirikan sumur dalam. Seperti di Desa Dayakan Kecamatan Badegan dan Desa Duri Kecamatan Slahung. “Meski ada beberapa sumur dalam yang berfungsi, namun juga belum mencukupi kebutuhan air bersih di wilayah itu,” katanya.

Budi menyebut jika puncak kekeringan diprediksi pada bulan Agustus hingga September nanti. Untuk mengatasinya anggaran sebanyak Rp 25 juta disiapkan dari APBD tahun 2021 ini. Anggaran itu jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan tahun lalu. Adanya pandemi Covid-19 berdampak dengan terkena recofusing. Sehingga anggarannya berkurang. “BPBD Provinsi Jatim juga siap membackup terkait antisipasi kekeringan ini,” pungkasnya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar