Politik Pemerintahan

Antisipasi Kekeringan, BPBD Pamekasan Mulai Lakukan Pendataan

Pamekasan (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, mulai melakukan proses pendataan titik kekeringan di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam, khususnya menjelang musim kemarau 2019 mendatang.

Hal itu dilakukan sebagai upaya mengantisipasi kekeringan yang akan terjadi di sejumlah desa di beberapa kecamatan berbeda di Pamekasan. Sebab selama ini tercatat 10 kecamatan di Pamekasan, seringkali terdampak kekeringan saat musim kemarau.

Bahkan pada kemarau tahun lalu, tercatat sebanyak 310 dusun di 80 desa yang tersebar di 11 kecamatan, dilanda kekeringan dan mengakibatkan kekurangan air bersih. “Sementara masih melakukan proses pendataan ke masing-masing desa dan kecamatan,” kata Kepala BPBD Pamekasan, Akmalul Firdaus, Senin (24/6/2019).

“Secara administratif, sementara kami akan mengajukan siaga darurat kekeringan karena tahapannya memang begitu. Selanjutnya masuk pada tanggap darurat kekeringan,” sambung pimpinan yang akrab disapa Firdaus.

Pasca tahapan administratif dan dilanjutkan tahap tanggap darurat kekeringan, selanjutnya masuk pada tahapan proses pendistribusian. “Ketika sudah masuk masa kemarau, maka kami akan melakukan distribusi air ke titik kekeringan. Untuk saat ini masih proses antisipatif,” jelasnya.

Namun pihaknya berharap kekeringan musim ini bisa berkurang dibandingkan musim lalu, terlebih saat ini pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi kekeringan saat memasuki musim kemarau yang terjadi setiap tahun. “Tentu kami berharap kekeringan musim ini berkurang dan lebih sedikit dibanding tahun lalu,” harapnya.

Untuk diketahui, dari 13 kecamatan berbeda di Pamekasan. Tercatat hanya dua kecamatan berbeda yang selalu aman dari bencana kekeringan, dua kecamatan tersebut yakni Kecamatan Galis dan Kecamatan Pamekasan (Kota). Sementara 11 kecamatan lainnya, mesti terdata sejumlah desa yang terdampak kekeringan. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar