Politik Pemerintahan

Antisipasi Banjir Bandang, 1.100 Bibit Tanaman Keras Ditanam di Lereng Tahura Raden Soerjo Mojokerto

Penanaman 1.100 bibit tanaman keras di lereng Tahura Raden Soerjo.

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 1.100 bibit tanaman keras ditanam di lahan kritis akibat kebakaran hutan tahun 2019 di wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Penanaman bibit tanaman keras untuk mengantisipasi banjir bandang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, BPBD Kabupaten Mojokerto melakukan Mitigasi Penguatan Lereng pada Daerah Resiko Tanah Longsor dan Banjir Bandang TA 2020, Kamis (3/12/2020).

“Mitigasi Penguatan Lereng ini dilaksanakan dengan metode penanaman 1.100 bibit tanaman keras pada lahan kritis akibat kebakaran hutan tahun 2019 di wilayah Tahura Raden Soerjo, Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang. Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana,” ungkapnya.

Baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Zaini menjelaskan, penanaman 1.100 bibit tanaman keras untuk Pengurangan Resiko Bencana (PRB) Tanah Longsor Dan Banjir Bandang di wilayah Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.

“Penanaman 1.100 bibit tanaman keras ini ditanam di Wisata Akar Seribu dan wilayah Tahura Raden Soerjo. Dengan jenis tanaman mulai dari bibit pohon durian, bibit pohon alpukat, bibit pohon petai dan bibit pohon trembesi. Tanaman keras cocok ditanam di dataran tinggi karena bisa menyerap air hujan,” katanya.

Zaini menambahkan, dalam kegiatan tersebut melibatkan Tahura R.Soerjo Perhutani, Destana Desa Begaganlimo, Relawan Kebencanaan, masyarakat Desa Begaganlimo dan masyarakat Desa Kalikatir di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar