Politik Pemerintahan

Ansor Gresik Dukung Polisi dan TNI Tangani Pengusung Khilafah

Gresik (beritajatim.com)– Gerakan Pemuda (PC) Ansor Gresik mendukung Polres dan Kodim 0817 Gresik menindak pengusung khilafah. Namun, Banom NU itu menyayangkan pelepasan pengibar bendera khilafah di Perum GKB.

“Intinya Kami sangat mendukung TNI dan Polri menindak tegas pengibar bendera khilafah,” tutur Ketua PC GP Ansor Gresik, Agus Junaidi Hamzah, Senin (02/9/2019).

Menurutnya, para pengusung khilafah ini banyak cara untuk mengelabuhi aparat. Pasalnya, sejak HTI dilarang, mereka berlindung atas nama bendera tauhid.

“Esensinya sama. Ngapain mengibarkan bendera lain, selain Merah Putih. Karena ujung-ujungnya mereka memaksakan mengganti paham khilafah,” paparnya.

Junaidi menambahkan, sebetulnya pihaknya menyayangkan sikap Polres Gresik yang melepaskan sepuluh orang pengibar bendera khilafah. Sebab, jelas-jelas mereka melanggar konstitusi.

“Polisi harusnya tegas. Menindak mereka yang melanggar,” tambahnya.

Sementara itu, Komandan Banser Cabang (Kasatkorcab) Mu’anan menambahkan, pihaknya siap mengikuti dan menunggu arahan ketua PC GP Ansor.

“Kalau kami diminta menggerakkan anggota ya tinggal komando,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, Polres dan Kodim bertindak tegas dengan membubarkan pawai 1 Muharrom 144 Hijriah di Perum GKB. Karena mengibarkan bendera khilafah. Sepuluh orang diperiksa, namun sayangnya usai menjalani pemeriksaan mereka dilepas.

Kapolres Gresik dikonfirmasi terkait pelepasan sejumlah orang yang diduga kibarkan bendera khilafah ? Wahyu menjelaskan, bila kegiatan tersebut, tanpa pemberitahuan, baik ke Polsek setempat maupun ke Polres.

“Kami sebatas mengacu pada UU No 9 tahun 1998 tentang menyampaikan pendapat dimuka umum, harus ada pemberitahuan, karena tidak ada kita mintai keterangan ” jelas Alumni Akademi Kepolisian 1998.[dny/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar