Politik Pemerintahan

Angkutan di Wilayah Aglomerasi, Salah Satunya Mojokerto Masih Boleh Beroperasi

Mojokerto (beritajatim.com) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menerbitkan aturan pengendalian transportasi selama periode Hari Raya Idul Fitri 2021 dalam mencegah penyebaran Covid-19, melalui Peraturan Menteri (PM) No 13 Tahun 2021. Yakni mulai tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

Dalam PM No 13 Tahun 2021 ini dengan tegas melarang penggunaan transportasi pada semua moda mulai dari darat, laut, udara dan kereta api. Dalam PM tersebut juga mengatur pengecualian terhadap transportasi yang boleh melakukan mobilitas pada masa libur lebaran.

Dalam PM No 13 Tahun 2021 juga akan diatur ketentuan pergerakan transportasi pada periode 6-17 Mei 2021 dalam wilayah aglomerasi. Wilayah aglomerasi di Jawa Timur yakni Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Gresik, Lamongan dan Bangkalan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto, Eddy Taufiq mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto sudah membuat juklak dan juknis terkait hal ini.

“Yakni Panduan Pelaksanaan Larangan Mudik Penguatan PPKM Mikro dan Informasi Pelayanan Publik Menuju Kabupaten Mojokerto Sehat dan Tertib Ramadhan. Ada pengecualian angkutan yang boleh melintas di masa larangan mudik lebaran,” ungkapnya, Selasa (27/4/2021).

Mudik dilarang tapi dengan pengecualian. Seperti angkutan barang, melahirkan dengan pendamping dua orang, kunjungan keluarga meninggal, pemulangan tenaga migran tapi harus menjalani karantina serta di wilayah aglomerasi. Hal tersebut berlangsung secara nasional.

“Lokal ke luar kota, provinsi tidak boleh. Kita memang punya trayek bus kuning dan hijau namun itu kewenangan provinsi. Terminal di tanggal 6 Mei sampai 17 Mei 2021 memang tidak berfungsi, tapi untuk Kabupaten Mojokerto (Terminal Pungging, red), tanpa dilarang sudah sepi,” katanya.

Eddy menjelaskan, jika larangan mudik berlaku mulai tanggal 6 Mei sampai 17 Mei 2021. Namun tanggal 22 April sampai 5 Mei 2021 pengetatan dan pasca akan berlangsung tanggal 18 Mei sampai 24 Mei 2021. Sehingga untuk angkutan lokal seperti lyn saat lebaran masih diizinkan beroperasi.

“Lyn dalam kota tetap beroperasi, wilayah aglomerasi, rayon masih bisa melanjutkan perjalanan. Lyn di Kabupaten Mojokerto saat ini sedikit, jika ada aturan 50 persen dari kapasitas. Tanpa itu, sudah sepi wong yang naik orang ke pasar sama anak sekolah saja,” ujarnya.

Terkait jalur alternatif di wilayah perbatasan, pihaknya bersama Polres Mojokerto dan instansi terkait melakukan penguatan di Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Tidak ada pos di jalur tikus atau alternatif namun, PPKM Mikro yang diperkuat.

“Jalan tikus sudah di data, ada banyak jalan desa di wilayah perbatasan dekat wilayah lain sesuai arahan Gubernur Jawa Timur dilakukan perkuatan PPKM Mikro. Mana yang boleh melanjutkan perjalanan dan tidak, disini akan disaring. Saringan (pengetatan mobilitas angkutan dan orang, red) mulai nasional, provinsi, kabupaten pasti efektif,” jelasnya.

Eddy menambahkan, selain membuat panduan pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada para sopir dan media sosial terkait hal ini. Pihaknya bersama Polres Mojokerto akan melakukan pengawasan bersama-sama. Pengawasan di Kabupaten Mojokerto tida terlalu besar karena tidak ada terminal besar.

“Kabupaten Mojokerto tidak ada terminal besar, Terminal Pungging tidak perlu dilakukan penjagaan karena sudah sepi sehingga kami bersama Satpol PP dan Polres Mojokerto turut mengawasi. Kalau secara kasat mata, nopol, banyak muatan, kendaraan barang buat orang itu sudah harus putar balik,” tegasnya. [tin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar