Politik Pemerintahan

Pemakzulan Bupati Faida

Anggota Nasdem DPR RI: Helo, Ngapain Saja Kalian 4 Bulan?

Charles Mekyansyah Anggota DPR-RI dari Partai Nasdem

Jember (beritajatim.com) – Charles Meikyansah, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasional Demokrat, mempertanyakan lambannya tindak lanjut rekomendasi hak menyatakan pendapat (HMP) ke Mahkamah Agung oleh DPRD Jember, Jawa Timur.

Sidang paripurna HMP yang memutuskan pemakzulan Bupati Faida sudah digelar pada 22 Juli 2020. Namun hingga saat ini, keputusan itu belum dikirimkan ke Mahkamah Agung untuk diputuskan secara yuridis formal. Charles menduga ada sesuatu di balik tidak segera dikirimkannya usulan pemakzulan ini.

“Helo, ngapain saja kalian empat bulan? Saya tidak tahu strategi kayak apa yang diatur. Publik ini berhak tahu. Saya tidak sepakat kalau ada yang bilang: ‘kalau kalah (di MA), yang dipermalukan DPRD’. Jangan dibalik begitu. Kalau Anda yakin terhadap produk yang Anda buat, kenapa ragu di detik terakhir? Sekalian saja tidak usah ada hak angket dan hak menyatakan pendapat,” kata Charles, Minggu (8/11/20).

Bupati Faida

Charles mengatakan, DPRD Jember wajib mengirimkan usulan pemakzulan sebagaimana diputuskan HMP ke MA. “Kalau tidak (diserahkan ke MA), ngapain bikin HMP yang didahului angket dan lain-lain,” kata mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam ini.

“Saya hanya mau bilang, kalau produk itu dibuat dan disahkan DPRD Jember sendiri, kenapa kemudian takut kalah dan lain-lain (di MA). Tidak perlu ada rasa kalah atau menang (dalam sidang di MA). Esensinya bukan masalah kalah dan menang. Esensinya produk itu harus dimantapkan, finalnya oleh MA. Bahwa di MA bisa menang atau kalah, hanya MA dan Tuhan yang tahu,” kata Charles.

Jika kemudian ternyata MA mengukuhkan keputusan DPRD Jember untuk memakzulkan Bupati Faida, menurut Charles, itu kemenangan masyarakat. “Karena DPRD perwakilan masyarakat. Kalau kalah, ┬áberarti koreksi bagi DPRD sendiri kenapa bisa kalah,” katanya.

Charles minta agar anggota DPRD Jember tak khawatir, bahwa putusan MA akan diintervensi. “Hakim itu wakil Tuhan di muka bumi. Dia akan bertanggung jawab kepada Allah SWT. Kalau spekulasinya berkembang ini dan itu, ya negara ini tidak akan didirikan. Kenapa harus dibangun ketakutan yang tidak jelas. Kenapa kita sendiri yang membangun ketidakjelasan itu,” katanya. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar