Politik Pemerintahan

Anggota Komisi III DPR RI Sarankan Bupati Jember Santai Saja

Bambang Haryadi, anggota DPR RI dari Gerindra

Jember (beritajatim.com) – Anggota Komisi III DPR RI Bambang Haryadi menyarankan kepada Bupati Jember Faida agar tetap tenang, setelah tim khusus Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menangani masalah birokrasi dan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) menyelesaikan tugas tempo hari.

“Saya harap Ibu Bupati tenang saja kalau tidak ada apa-apa. Jangan gelisah. Santai saja. Kita paham, ketika kondisi kita agak ‘terjepit’, kita kurang bisa berpikir jernih,” kata Bambang yang berangkat dari Daerah Pemilihan Jember dan Lumajang.

Hasil kerja tim khusus yang dipimpin Inspektur Jawa Timur Helmy Perdana Putera itu memang kurang menguntungkan Bupati Faida. Berita acara kesepakatan yang ditandatangani oleh Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi, Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah Jember Mirfano, Inspektur Provinsi Jawa Timur Helmy Perdana Putera, dan Kepala Bakorwil V Tjahjo Widodo menyebutkan tiga hal.

1. Badan Anggaran DPRD Kabupaten Jember siap untuk membahas Perda tentang APBD 2020 Kabupaten Jember, dalam waktu tidak terlalu lama jika permasalahan KSOTK (Kedudukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja) serta pengembalian pejabat yang dilakukan mutasi sudah selesai, sesuai dengan rekomendasi Mendagri berdasarkan data, fakta, dan norma yang valid menurut hasil verifikasi Tim Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

2. DPRD Kabupaten Jember dikembalikan fungsi-fungsinya secara optimal sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan.

3. Tim Anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Jember tidak siap membahas langkah-langkah penyusunan Perda tentang APBD Kabupaten Jember karena belum mendapat persetujuan dari Bupati Jember sampai dengan rapat ditutup pada pukul 13.21 WIB.

Bupati Faida

Helmy menyebut, bupati menghambat pembahasan APBD Jember. Hasil ini yang kemudian dilaporkan ke Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk diteruskan kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Faida sendiri belum menyampaikan pernyataan soal hal tersebut. Saat dimintai konfirmasi wartawan sekeluarnya dari kantor Kejaksaan Negeri Jember, Kamis (25/6/2020) lalu, ia memilih bungkam.

“Semoga Ibu Bupati lebih jernih dalam berpikir, supaya tidak salah dalam melangkah. Harapan saya orang-orang bisa memberi masukan dan ketabahan iman. Politisi harus kuat,” kata Bambang yang sudah dua periode menjabat anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra ini.

Bambang juga meminta semua pihak agar menyerahkan penyelesaian persoalan politik pemerintahan di Jember kepada pihak yang berwenang menangani. “Tidak ada yang tidak bisa dibicarakan. Tapi kalau ego-egoan, semua tidak ada ujungnya. Saya harap kepemimpinan di Jember memahami apa itu trias politika. Ada kerjasama yudikatif, eksekutif, legislatif. Kedudukan mereka sejajar. Jangan merasa sebagai seorang raja,” katanya. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar