Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Dugaan Penipuan dan Penggelapan Mobil

Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Terancam PAW

Gedung DPRD Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto dilaporkan ke Polres Mojokerto terkait dugaan penipuan dan penggelapan mobil. Anggota dewan berinisial M tersebut terancam sanksi pemberhentian atau Pergantian Antar Waktu (PAW).

Anggota dewan berinisial M ini dilaporkan NYB (69) warga Desa Gebangmalang, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto di Polres Mojokerto pada, Jumat (1/10/2021) lalu.

Anggota Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini dilaporkan terkait dugaan penipuan jual beli mobil dengan total kerugian senilai Rp175 juta.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Mojokerto, Khusairin menegaskan, pihaknya memberikan sanksi tegas jika kadernya terbukti melanggar hukum setelah putusan berkekuatan hukum tetap. Bahkan sanksi berupa pemberhentian atau PAW pun menunggu.

“Kita tunggu nanti apakah unsur pidananya bisa dibuktikan secara konkrit dan pidana sudah inkrah maka sanksi nya PAW, pemberhentian. Kita masih menunggu. Dalam waktu dekat, kami juga berencana memanggil yang bersangkutan,” ungkapnya, Jumat (15/10/2021).

 

Gedung DPRD Kabupaten Mojokerto.

Saat ini, lanjut Khusairin, Organisasi Kepemudaan dan Kepemimpinan (OKK) sedang mempersiapkan surat panggilan kepada kadernya yang dilaporkan terkait dugaan melakukan penipuan jual beli mobil. Yang bersangkutan akan dipanggil untuk meminta keterangan terkait laporan di Polres Mojokerto tersebut.

“Itukan baru dugaan, bisa jadi diselesaikan dengan pertemuan antara yang bersangkutan dan korban. Dalam waktu dekat kita panggil secara resmi kita mintai keterangan. Nanti OKK akan memanggil atas nama partai untuk mengklarifikasi terkait laporan korban di Polres Mojokerto,” katanya.

Secara organisasi, pihaknya belum bisa memastikan sikap apapun terhadap kadernya tersebut. Namun DPC PPP Kabupaten Mojokerto memastikan bakal mendisiplinkan kadernya jika terbukti melakukan pidana. Menurutnya, sampai saat ini pihaknya masih menunggu untuk mengambil langkah tegas.

“Nanti ada keputusan partai, kita belum tahu apa keputusan partai karena belum bertemu sama yang bersangkutan. Pasti ada sanksi dan tindakan. Kami masih menunggu apa dugaan itu akan dilanjutkan. Jangan-jangan dugaan itu ada tindak lanjut atau ada penyelesaian,” tegasnya.

Sebelumnya, salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto dilaporkan ke Polres Mojokerto. Anggota dewan berinisial M tersebut dilaporkan terkait dugaan penipuan dan penggelapan mobil. [tin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar