Politik Pemerintahan

Anggota DPRD ‘Gigit Jari’ di Kantor Dispendik Jember

Jember (beritajatim.com) – Setelah gagal menggelar rapat kemarin karena pejabat Dinas Pendidikan tak datang, Komisi D DPRD Jember, Jawa Timur, mengalah dan mendatangi kantor dinas tersebut, Kamis (30/1/2020). Namun lagi-lagi mereka gigit jari.

Tak hanya Kepala Dispendik Jember Edi Budi Susilo tak ada di kantor. Para pejabat setingkat kepala bidang pun tak ada di tempat. Salah satu staf yang menemui anggota Komisi D mengatakan, para pejabat teras sedang di Pendapa Wahyawibawagraha untuk mewawancarai calon penerima beasiswa.

“Ini memang aneh. Masa sampai kabid tidak ada? Ketika kantor dinas kita tahu jadi pusat layanan pendidikan, malah tak ada pejabat-pejabatnya. Jadi tempat apa dinas ini? Setiap hari dan setiap jam masyarakat yang membutuhkan banyak,” kata Ketua Komisi D Hafidi.

Hafidi berpendapat, kantor Dispendik lebih pantas digunakan menjadi tempat seleksi penerima beasisea dibandingkan pendapa. “Saya kira seleksi tinggal ada beberapa poin yang jadi pertanyaan, bisa dilakukan yang lain. Tapi ketika kepala dinas dan kabid-kabidnya tidak ada, ini kan lucu,” katanya.

Hafidi mengatakan, Komisi D tak akan menyerah. “Langkah kami adalah langkah kebersamaan,” katanya.

Anggota Komisi D lainnya Dannis Barlie Halim menyesalkan kosongnya kantor Dispenduk Jember. “Seharusnya ada yang stand by. Mewawancarai calon penerima beasiswa tak harus kepala dinas sendiri. Itu kan nornatif,” kata politisi Nasdem ini.

Dannis mengatakan, tidak adanya pejabat di kantor Dispendik Jember bisa mengganggu pelayanan. “Kami berharap Dispendik lebih bisa menempatkan skala prioritas mana yang lebih urgen dan pelayanan tak boleh putus,” katanya.

Akhirnya, Komisi D bertolak ke kantor Dinas Kesehatan Jember. Kali ini mereka ditemui langsung Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Dyah Kusworini. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar