Politik Pemerintahan

Anggota DPR RI Salurkan Bantuan untuk Pesantren dan TPQ di Tuban

Tuban (beritajatim.com) – Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan Pondok Pesantren dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir hingga saat ini, anggota DPR RI Ratna Juwita Sari menyampaikan Bantuan Operasional Pendidikan Pesantren (BOP) dari pemerintah pusat kepada Pondok Pesanten, Madrasah Diniya dan TPQ yang ada di Kabupaten Tuban.

Dalam pelaksanaan penyerahan bantuan yang berlangsung di Resto Faleeha Seafood itu terdapat sebanyak 16 lembaga yang terdiri dari Pondok Pesantren, Diniyah dan TPQ yang mendapatkan bantuan operasional tersebut. Adapun pada tahun ini, anggota DPR RI dari Fraksi PKB itu telah menyalurkan bantuan kepada 27 lembaga tanpa ada potongan biaya apapun.

Kegiatan penyerahan bantuan operasional untuk pondok pesantren tersebut langsung dilakukan oleh Anggota DPR RI komisi VII Ratna Juwitasari dengan didampingi oleh perwakilan pengurus PKB Tuban. Ratna menjelaskan bahwa, kegiatan penyaluran bantuan operasional tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Program PKB Bersama Pesantren Menghadapi COVID-19.

“Program ini adalah kebijakan terbaru DPP PKB yang baru saja diluncurkan oleh Ketua Umum Gus Abdul Muhaimin Iskandar Senin kemarin. Kami harus cepat merespon dan mensukseskannya,” jelas Ratna Juwitasari, anggota DPR RI yang juga menjabat sebagai Ketua LPP DPC PKB Tuban tersebut, Rabu (14/10/2020).

Lebih lanjut Ratna menjelaskan, berkat perjuangan PKB telah dilahirkan UU No. 18 tahun 2019 tentang Pesantren. Salah satu amanat UU tersebut adalah pemerintah harus mengalokasikan Dana Abadi Pesantren.

“Karena ini mandatory, dijamin UU Pesantren, maka pemerintah wajib mengalokasikan Dana Abadi Pesantren dalam APBN. Sebagai salah satu anggota Banggar, saya akan memperjuangkannya,” sambungnya.

Selain itu, anggota DPR RI itu menjelaskan bahwa pesantren juga tetap harus ditopang dengan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), agar dapat melindungi para santri, ustadz dan kyai dari ancaman COVID-19.

“BOP pesantren ini penting untuk bertahan dari ancaman Covid-19. BOP ini juga bisa diperlakukan sebagai kebijakan transisi sampai akhirnya Dana Abadi Pesantren dialokasikan dalam APBN secara permanen setiap tahun,” lanjut Ratna Juwitasari yang biasa dikenal dengan tagline IYA Juwita itu.

Sementara itu, untuk program Bantuan Operasional Pesantren (BOP) itu sendiri penyalurannya tidak hanya melalui dari anggota DPR RI saja, melainkan ada lembaga lain yang juga menjadi perantara untuk penyaluran. Dalam penyaluran itu pihak dari DPR RI itu tidak melakukan pemotongan dari biaya anggaran bantuan yang diterima oleh masing-masing lembaga.

“Kami tegaskan dalam pendistribusian Bantuan Operasional Pesantren ini kami tidak akan mengenakan potongan sepeserpun. Adapun untuk besaran bantuan yang diterima bervariasi, seperti TPQ dan Madin itu besarannya sama Rp 10 juta. Dan untuk yang Ponpes itu tergantung dari jumlah santri, ada yang sampai Rp 25 juta,” pungkasnya.[mut/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar