Politik Pemerintahan

Anggota DPR RI Nur Yasin: Hari Santri Tetap Dirayakan di Tengah Pandemi

Nur Yasin, anggota Komisi IX DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa, saat menyerahkan bantuan kepada pesantren, lembaga, dan yayasan dan pengadaan bahan pangan tambahan untuk tenaga kesehatan dan non kesehatan.

Jember (beritajatim.com) – Nur Yasin, anggota Komisi IX DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa, menegaskan, bahwa pandemi Covid-19 tidak menganggu perayaan Hari Santri Nasional tahun ini.

“Tetap dirayakan dengan protokol covid. Jangan dengan adanya covid terus kita melupakan hari-hari penting seperti Hari Santri,” kata Nur Yasin, di sela-sela penyerahan bantuan kepada pesantren, lembaga, dan yayasan dan pengadaan bahan pangan tambahan untuk tenaga kesehatan dan non kesehatan, di kantor Nur Yasin Center, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (19/10/2020).

Nur Yasin yakin dengan mematuhi protokol, penularan covid bisa ditekan. “Saya titip kepada media agar menginformasikan protokol covid ini. Lawan itu hoaks. Menurut saya, media massa sangat berperan membantu pemerintah,” katanya.

Menurut Nur Yasin, sejauh ini dampak covid terhadap kondisi pesantren di Jember tidak mengkhawatirkan. “Dalam arti, sejauh ini bisa dikontrol melalui para pengasuhnya. Sejauh ini tidak ada (kasus pandemi) atau kecil sekali,” katanya.

Pembelajaran pesantren dan ekonomi memang terdampak. Namun, menurut Nur Yasin, langkah pemerintah menangani hal itu sudah cukup baik. Salah satunya penyaluran 10 ribu paket bantuan. “Bahkan kami kadang sampai kebingungan menyalurkan, karena kami begitu ketat dalam menyalurkan agar tidak salah sasaran,” katanya.

Nur Yasin memuji kalangan santri yang kreatif mengatasi dampak ekonomi pandemi. Salah satunya dengan membuat warung-warung yang menjual kopi yang berasal dari hasil lahan petani.

Sementara itu, Kartika Wahyu Dwi Putra, Staf Sub Direktorat Pengelolaan Konsumsi Gizi Kementerian Kesehatan mengatakan, kondisi pandemi di Jember sudah mulai membaik. “Tapi kalau kita tidak menerapkan protokol kesehatan, bisa jadi zonanya menjadi merah seperti beberapa daerah di Indonesia,” katanya.

Kartika mengingatkan agar warga tetap mematuhi 3 M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. “Selain itu ada 3 J yakni jaga kondisi, jaga hati dan emosi, dan jaga ekonomi,” katanya. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar