Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Anggota DPR Charles Meikyansah: Perhatikan Warga Miskin yang Tak Masuk Radar BLT

Charles Meikyansah, anggota DPR RI

Jember (beritajatim.com) – Charles Meikyansah, legislator Komisi XI DPR RI dari Daerah Pemilihan Jember dan Lumajang, meminta pemerintah agar memperhatikan kelompok masyarakat yang sebelum kenaikan harga BBM berada di atas garis kemiskinan dan tidak masuk radar BLT (Bantuan Langsung Tunai).

“Sekarang akibat pandemi Covid-19 dan harga BBM naik, mereka masuk dalam kategori rentan miskin,” kata Charles. Kelompok masyarakat tersebut adalah kelas menengah paling bawah, seperti buruh, pekerja informal perkotaan, petani/nelayan, bahkan sopir ojek online (ojol) dan pengemudi taksi.

Badan Pusat Statistik memasukkan rumah tangga kelompok masyarakat miskin absolut yang biasanya berada di pedesaan dan wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) pada Desil 1 dan 2. Sementara Desil desil 3 adalah kelompok rumah tangga hampir miskin, desil 4 rentan miskin, dan desil 5 ke atas adalah kelompok masyarakat mampu hingga sangat mampu.


“Ojek online awalnya masuknya Desil 4-6. Sekarang berat dan bisa jadi masuk desil 3-4. Sopir taksi juga berat karena saat pandemi tidak dapat pemasukan. Kenaikan BBM juga menambah beban,” kata Charles.

Menurut Charles, kelompok Desil 4-6 ini tidak terdaftar sebagai orang miskin. “Mereka nggak dapat BLT, padahal sekarang berat hidupnya,” katanya, menyarankan agar pemerintah memberikan perhatian khusus bantuan sosial kepada kelompok masyarakat rentan miskin dengan pendataan dan pemyaluran yang sesuai dan tepat sasaran. [wir/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar