Politik Pemerintahan

Anggota Dewan Soroti Penerima Bantuan yang Berjubel

Ponorogo (beritajatim.com) – Salah satu anggota DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno melakukan kunjungan ke Desa Plalangan Kecamatan Jenangan Ponorogo. Disana sedang dilaksanakan penyaluran bantua kartu bansos covid-19 dan BPNTD untuk keluarga penerima manfaat (KPM) di 5 desa di Kecamatan Jenangan. Yakni Desa Plalangan, Setono, Ngrupit, Mrican dan Singosaren.

Dalam pantauannya saat itu, banyak warga yang berjubel menunggu panggilan dari pihak bank untuk menerima bantuan. Seolah mereka tidak mengindahkan peraturan physical distancing yang ditetapkan. “Sangat disayangkan ibu-ibu yang rentan penularan, menunggu dengan berjubel. Tidak sesuai dengan anjuran untuk menjaga jarak,” kata Dwi saat ditemui di lokasi, Rabu (13/5/2020).

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga menyoroti pencairan bantuan untuk warga beberapa desa tapi dipusatkan di satu desa saja, dalam hal ini di Desa Pelalangan. Alangkah baiknya jika dilakukan pencairan di masing-masing desa saja. Selain bisa mengurangi kepadatan dari KPM yang datang, juga untuk warga yang rentan atau lansia tidak terlalu jauh untuk datang ke tempat pencairan dana bantuan.

“Untuk mengurangi kepadatan alangkah baiknya jika dilakukan disetiap desa, jadi bisa menerapkan protokol kesehatan dengan jaga jarak antar KPM,” kata Dwi yang menjabat sebagai wakil ketua di DPRD Ponorogo.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Ponorogo Supriyadi mengaku instansinya dan pihak bank sudah melakukan protokol physical distancing dalam penyaluran bantuan. Namun, kendala yang dihadapi di lapangan itu, banyak KPM yang diberi undangan untuk datang pada jam yang ditentukan. Nyatanya mereka datang terlebih dahulu, sehingga seolah membuat kerumunan. Supriyadi berkeyakinan jika KPM itu datang sesuai waktu jadwal di undangan, maka tidak akan ada istilah berjubel.

“Fakta di lapangan, mungkin mereka akan mendapatkan bantuan, jadi datang lebih awal. Kalau mematuhi waktu sesuai undangan, saya yakin tidak ada yang berjubel, ” katanya.

Menanggapi penyaluran bantuan yang sebaiknya dilakukan per desa-desa, Supriyadi berdalih petugas dari pihak bank yang terbatas. Sehingga tidak bisa dilakukan kalau per desa. Selain itu pihaknya menarget penyakuran dapat selesai dalam waktu 10 hari. Sehingga pihaknya sudah menjadwalkan titik-titik mana saja disetiap harinya.

“Selain di Desa Pelalangan Kecamatan Jenangan ini, hari ini juga ada penyaluran bantuan di kecamatan lain. Kalau penyalurannya dilakukan per desa, kira-kira membutuhkan waktu 3 bulan baru selesai,” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar