Politik Pemerintahan

Anggota Dewan Gresik Gencar Lakukan Reses

Sidang Paripurna DPRD Gresik [Foto/ilustrasi]

Gresik (beritajatim.com) – Sejumlah anggota DPRD Gresik gencara melaksanakan masa reses persidangan pertama. Selain menyerap aspirasi di masing-masing daerah pemilihan (dapil). Para wakil rakyat itu juga mensosialisasikan berbagai rancangan dan peraturan yang sedang dibahas. Mulai dari masalah ekonomi, sosial, budaya dan infrastruktur.

Di Kecamatan Ujungpangkah misalnya,
kehadiran perbankan untuk membuka kantor cabang atau kantor kas diwilayah Gresik utara itu sangat dibutuhkan nasabah. Pasalnya, mereka harus pergi ke kecamatan lain ketika hendak melakukan transaksi simpan pinjam.

“Karena transaksi melalui perbankan di rasa kebutuhan warga di Kecamatan Ujungpangkah, maka mereka menginginkan adanya cabang bank milik pemerintah ataupun bank-bank lain,” ujar anggota DPRD Gresik, Hj.Wafiroh Ma’shum, Senin (5/04/2021).

Keberadaan kantor cabang perbankan lanjut Wafiroh, sangat mempermudah transaksi maupun akses simpan pinjam agar masyarakat tidak perlu jauh- jauh ke kecamatan lain.

Politisi PKB tersebut juga dicurhati urusan sampah. Masyarakat meminta ada tempat pembuangan akhir (TPA) disetiap kecamatan. Sehingga, masyarakat tak kebinggungan soal membuang sampah sebelum dibawa ke TPA Ngipik yang berada di wilayah perkotaan.

“Permasalaham itu kebetulan kita baru juga melaksanakan public hearing masalah ranperda retribusi sampah yang menjadi ranperda inisiasi komisi III. Jadi, kita akan masukkan dalam usulan penyempurnaan draft ranperda,” ungkapnya.

Hal yang sama disampaikan anggota komisi IV DPRD Gresik Khoirul Huda. Politisi PPP itu menyerap aspirasi soal ketenagakerjaan dan layanan publik tingkat desa menjadi catatan penting.

“Masyarakat mengeluhkan tidak transparan pemerintahan desa setempat dalam penggunaan dana desa (DD) maupun alokasi dana desa (ADD),” paparnya.

Mengenai persoalan tenaga kerja kata Khoirul Huda, dirinya mengaku sedang menyusun rancangan peraturan daerah (ranperda) mengatur ketenagakerjaan di Kabupaten Gresik.

“Kami memprioritaskan warga asli Gresik. Hal itu juga menjadi komitmen bersama pemerintah. Kami juga meminta dinas tenaga kerja menegur perusahaan. Agar menyampaikan lowongan kerja melalui Gresikpedia yang baru saja di launching oleh pemerintah sebagai portal informasi Gresik,” pungkasnya. (dny/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar