Politik Pemerintahan

Anggota Dewan Gresik dari Fraksi Nasdem Disidang Kode Etik

Gresik (beritajatim.com) – Anggota Dewan Gresik dari Fraksi Nasdem, Nur Hudi Didin disidang kode etik oleh
Badan Kehormatan (BK) DPRD Gresik. Nur Hudi datang seorang diri, dia masuk ke dalam ruang sidang di dalam gedung DPRD Gresik. Sidang tersebut berlangsung selama kurang dari satu jam dan tertutup.

Ketua BK DPRD Gresik, Fakih Usman menuturkan sidang kode etik kali ini mendengar langsung keterangan dari teradu. Yaitu, anggota DPRD Gresik dari Fraksi Nasdem, Nur Hudi. “Dia Nurhudi sudah menyampaikan keterangannya, dan kita dalami. Namun, sifatnya rahasia tidak boleh disampaikan karena aturannya demikian,” tuturnya, Senin (20/07/2020).

Masih menurut Fakih Usman, terkait dengan ini. Nur Hudi menyampaikan secara gamblang bagaimana jalannya sidang. Yang jelas apa yang disampaikan telah dicatat dan sifatnya rahasia.

Selanjutnya BK DPRD Gresik akan menggelar sidang ketiga dengan agenda pemeriksaan alat bukti, dari terlapor dari teradu. “Barang buktinya tidak bisa disampaikan tergantung saksi. Jadwalnya kita belum tahu karena harus koordinasi dengan terlapor dan teradu,” ujar Fakih Usman.

Sementara, Nur Hudi saat dikonfirmasi enggan menanggapi sidang kode etik yang dihadirinya hari ini. “Tanya BK saja sambil berjalan,” katanya.

Seperti diberitakan, sidang BK tersebut untuk mencari tahu dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Nur Hudi. Pasalnya, politisi asal Fraksi Nasdem itu, namanya disebut oleh korban pemerkosaan MD yang dilakukan oleh tersangka Sugianto (50) dengan menyebut nominal uang sebesar Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar agar musibah yang menimpanya diselesaikan secara kekeluargaan.

Namun, pihak keluarga korban bergeming mengingat korban yang masih duduk di bangku SMP itu tetap melaporkan pelaku pemerkosaan Sugianto ke Unit PPA Satreskrim Polres Gresik, dan telah menetapkan Sugianto sebagai tersangka. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar