Politik Pemerintahan

Berdalih Samakan Persepsi

Anggota Banggar DPRD Sumenep Bahas KUA PPAS di Hotel Berbintang Batu

Sumenep (beritajatim.com) – Kegiatan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumenep yang membahas Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) menuai sorotan pedas, karena jadwal dan kegiatan itu tiba-tiba berubah.

Sesuai surat yang ditandantangani Ketua DPRD Sumenep yang ditujukan kepada Pimpinan dan Anggota Badan Anggaran DPRD Sumenep nomor 005/   /435.050.02/2020, kegiatan tersebut awalnya digelar pada Kamis (27/08/2020) di Graha Paripurna DPRD Sumenep namun dirubah menjadi Jumat (28/08/2020) di salah satu hotel berbintang di Kota Batu, Malang.

Surat tersebut beredar di media sosial dan ramai menjadi perbincangan. Tudingan bahwa wakil rakyat tidak punya kepekaan karena justru membahas KUA PPAS di hotel berbintang di luar kota, bertubi-tubi dihujatkan.

Menanggapi tudingan miring itu, Ketua DPRD Sumenep H. Abdul Hamid Ali Munir mengatakan, kegiatan di Kota Batu itu sebenarnya bukan rapat, melainkan agenda kunjungan kerja (kunker).

“Jadi kami bukan rapat. Kami itu kunker, tapi mengajak Tim Anggaran untuk menyamakan persepsi supaya mempermudah dan memperlancar pembahasan KUA PPAS,” katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya.

Ia menjelaskan, anggaran yang digunakan merupakan anggaran yang melekat pada kegiatan anggota DPRD Sumenep.

“Jatahnya Banggar yang dipergunakan untuk kunker. Nanti ketika selesai kunker, sorenya kami manfaatkan bicara  dengan eksekutif. Karena waktunya terbilang mepet, maka itu dilakukan penyamaan persepsi, langkah apa yang harus dilakukan yang terbaik terhadap pembahasan itu. Kalau pembahasannnya tetap di Sumenep hari Minggu dan hari Senin,” terangnya.

Ketika disinggung mengapa harus menggunakan surat resmi apabila hanya kunker? Hamid berdalih karena diminta oleh eksekutif untuk dijadikan landasan agar bisa mengikuti kegiatan di luar kota.

“Ya surat itu kan syarat formal bagi eksekutif. Kalau tidak ada surat formal, gimana caranya eksekutif bisa mengikuti kegiatan di luar kota?” jelasnya. (tem/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar