Politik Pemerintahan

Anggaran Seleksi CPNS 2019 Ponorogo Butuh Tambahan Rp 400 Juta

Kepala BKPSDM Ponorogo Winarko Arief(foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 berdampak pada seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Ponorogo. Selain berdampak pada diundurnya jadwal tes seleksi kompetensi bidang (SKB), pandemi Covid-19 juga membuat panitia seleksi daerah (Panselda) harus merombak anggaran biaya yang sebelumnya sudah disusun.

“Anggaran kami membengkak untuk mencukupi berbagai kebutuhan terkait pencegahan Covid-19 saat pelaksanaan SKB nanti,” kata Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo Winarko Arief, Jumat (7/8/2020).

Winarko menyebut jika panselda sedikitnya membutuhkan anggaran tambahan sekitar Rp 400 juta. Dia mencontohkan jika pembengkakan salah satunya untuk biaya sewa gedung. Jika sebelum pandemi, bisa dilakukan satu hari, namun saat pandemi ini harus dilaksanakan selama 4 hari. Itu dilakukan untuk mengurai kepadatan peserta tes. Belum termasuk penyediaan alat pelindung diri (APD). Mulai dari masker, face shield, sarung tangan, alat pengukur suhu tubuh, hingga fasilitas cuci tangan. “Kami mencoba melobi satgas untuk menekan biaya pembengkakan. Apakah nanti didukung satgas atau pengadaan sendiri, kami masih belum tahu,” katanya.

Winarko mengungkapkan seleksi CPNS 2019, pemkab telah mengalokasikan anggaran Rp 1,4 miliar. Dari jumlah tersebut sudah terpakai Rp 1 miliar untuk membiayai rangkaian seleksi yang sudah digelar. Sisa dari anggaran masih kurang untuk membiayai tahapan seleksi di saat pandemi seperti sekarang ini. “Kalau tidak ada pandemi, anggaran Rp 1,4 miliar itu cukup untuk mencukupi kebutuhan penyelenggaraan dari awal sampai akhir,” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar