Politik Pemerintahan

Anggaran Perbaikan Sekolah SD/SMP di Bangkalan Tersedot Covid 19

Kepala Dinas Pendidikan, Bambang Budi Mustika

Bangkalan (beritajatim.com) – Sistem pengerjaan perbaikan sekolah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik SD-SMP Negeri di Bangkalan, harus melibatkan pihak ketiga. Sehingga, proses pencairan dana akan disesuaikan dengan kontrak kerja.

Kepala Dinas Pendidikan, Bambang Budi Mustika mengatakan, perubahan sistem tersebut telah sesuai dengan peraturan kementrian. Sebelumnya tidak boleh menggunakan pihak ketiga kini berubah.

“Ini kebijakan dari kementrian, jadi kita harus ikuti. Jika sebelumnya tidak boleh menggunakan pihak ketiga, maka sekarang diperbolehkan. Jadi untuk pencairannya nanti sesuai kontrak yang pasti tidak bisa dicairkan semua di awal,” tuturnya, Jumat (29/1/2021).

Selain itu, ia mengatakan pengerjaan DAK tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu yakni berkisar Rp 18 Milyar. Sebab saat ini anggaran DAU masih difokuskan untuk penanganan Covid-19. “Dari DAU hanya bisa dijangkau sebanyak Rp 3-4 Milyar, dan proses verifikasinya juga langsung dilakukan oleh kementrian,” tambahnya.

Ia juga mengatakan, saat ini pengerjaan fisik hanya bisa dilakukan pada kerusakan 65 persen fisik sekolah. Sementara kerusakan diatas itu tak dapat dijangkau. “Kerusakan diatas 65 persen tidak bisa kami jangkau karena keterbatasan biaya,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Bidang Sarana dan Prasarana SD, Disdik Bangkalan, Muhammad Toha mengatakan perbaikan di tahun ini hanya berkisar 30 sekolah dasar. Sementara untuk SMP hanya 5 sekolah. “Jadi untuk tahun ini hanya berkisar 30an sekolah. Untuk datanya masih ada di kantor,” tandasnya.[sar/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar