Politik Pemerintahan

Anggaran Penanganan Covid-19 Dipotong dari TPP PNS dan Pergeseran Anggaran OPD

Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Bojonegoro, Luluk Alifah

Bojonegoro (beritajatim.com) – Anggaran penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Bojonegoro diambilkan dari pemotongan tambahan penghasilan pegawai serta pengalihan anggaran Pemkab Bojonegoro.

Pemotongan dari Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Pegawai Negeri Sipil (PNS) senilai Rp 27,350 miliar dan pergeseran anggaran dari 17 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebesar Rp 77 miliar.

“Diambil dari TTP pegawai sekitar Rp 27,350 miliar, dari total Rp 98 miliar. Dan pergeseran anggaran 17 OPD Rp 77 miliar,” ujar Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Bojonegoro, Luluk Alifah, Senin (13/4/2020).

Pengalihan anggaran OPD tersebut diambilkan dari beberapa pos anggaran yang bisa diminimalisir, seperti perjalanan dinas, anggaran makan minum, serta rapat koordinasi. “Sementara anggaran yang melalui sistem lelang tidak bisa dipotong,” jelasnya.

Sementara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro dalam rekomendasi nota pengantar laporan keterangan pertanggungjawaban Bupati Bojonegoro 2019 mengusulkan agar pemotongan dibatalkan.

Alasannya, jumlah PNS yang berkurang dengan beban kerja yang sangat tinggi. Sehingga dikhawatirkan akan mempengaruhi kinerja pegawai. “Hendaknya anggaran tersebut diambilkan dari dana penundaan proyek yang kurang strategis,” tulis rekomendasi yang ditanda tangani Ketua DPRD Bojonegoro Imam Solikhin.

Seperti misalnya, pembangunan bahu jalan nasional atau proyek lain yang bukan berasal dari pengurangan dana TPP PNS yang sangat dibutuhkan saat pandemi Virus Corona seperti saat ini. “Hal itu merupakan kebijakan yang sangat tidak populer dan melukai hati ASN,” pungkasnya. [lus/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar