Politik Pemerintahan

Anam Warsito: Vandalisme Bentuk Ketidakpuasan Rakyat Kepada Pemerintah

Bojonegoro (beritajatim.com) – Vandalisme yang dilakukan oleh oknum di tembok kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dinilai menjadi bentuk protes. Salah satunya, menurut Wakil Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro, Anam Warsito, adalah protes ketidakpuasan masyarakat terhadap program pemerintahan.

“Kita tanggapi dengan kepala dingin dan introspeksi kedalam saja. Sebab selama ini kejadian seperti ini belum terjadi. Mungkin itu merupakan bentuk protes dari masyarakat atas pelayanan dan kebijakan dari Pemkab Bojonegoro yang kurang pro rakyat,” ujarnya, Kamis (25/7/2019).

Beberapa program pemerintahan yang masih kurang maksimal, menurut politisi Partai Gerindra, diantaranya masih buruknya akses jalan, lambatnya pengurusan Adminduk (seperti KK, KTP, KIA) atau mereka yang telah bayar parkir berlangganan tapi saat parkir di ruas jalan masih dikenai tarif parkir. “Sehingga mereka minta uangnya dikembalikan,” katanya.

Di era demokrasi, menurut Anam, bentuk protes seperti coretan di dinding, menanami jalan dengan pohon, memasang spanduk dan lain-lain adalah hal yang biasa. “Mari kita sebagai pemerintah meningkatkan pelayanan pada masyarakat yang lebih baik dan membuat kebijakan yang pro rakyat,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, aksi vandalisme yang diketahui kemarin itu bukan hanya terjadi di tembok gedung Pemkab Bojonegoro yang berlantai tujuh. Tetapi juga di salah satu kantor perbankan di Jalan Untung Suropati. Bentuk tulisannya menyebut, “Anjing Berdasi”, DPRD dan Pemerintah kemudian disambung nama alat vital pria dengan bahasa jawa. Diakhir diberi lambang huruf A dalam lingkaran yang menyerupai lambang Anarko Sindikalis. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar