Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Amblas dan Ditutup, Jembatan Glendeng Milik Siapa?

Penutupan akses jembatan glendeng

Bojonegoro (beritajatim.com) – Jembatan Glendeng yang melintang di atas Sungai Bengawan Solo penghubung Kabupaten Bojonegoro dengan Tuban terbengkalai. Jembatan yang amblas itu belum diperbaiki karena aset kepemilikan jembatan belum jelas.

Saat ini ada tiga alasan penutupan Jembatan Glendeng. Mulai penurunan pilar jembatan sekitar 30 centimeter, ujung pilar arah Tuban miring sekitar 25 centimeter, dan elevasi abutmen jembatan pendekat yang mengalami penurunan sekitar 4 centimeter.

Menindaklanjuti hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, siap menindaklanjuti apabila pemerintah menugaskan pembangunan jembatan Simo-Glendeng yang terletak di perbatasan Bojonegoro-Tuban setelah dilakukan perhitungan nilai aset.

Rapat perhitungan aset dilakukan melalui daring dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemkab Bojonegoro dan Pemkab Tuban.

“Sekarang, Pemprov Jatim sedang melakukan perhitungan nilai aset kondisi jembatan saat ini sebelum diserahterimakan,” ujar Kepala Badan Pembangunan dan Perencanaan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bojonegoro Anwar Murtadlo, Kamis (30/6/2022).

Dia mengatakan, jika semua regulasi telah terpenuhi, Pemkab Bojonegoro siap melaksanakan proses pembangunan Jembatan Glendeng. “Jadi, kita menunggu hasil keputusan Pemprov Jatim dan Tuban,”pungkasnya.

Sekadar diketahui, rapat koordinasi itu diikuti oleh Badan Pendapatan Daerah Pemprov Jatim, PU Bina Marga dan Tata Ruang Pemprov Jatim, Biro Hukum Pemprov Jatim, Biro Administrasi Pemerintahan Pemprov Jatim, Pemkab Bojonegoro dan Tuban, adalah Pemkab Bojonegoro siap menindaklanjuti pembangunan apabila ditunjuk oleh pemerintah pusat maupun provinsi. [lus/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar