Politik Pemerintahan

Pilkada Sumenep 2020

Alumni PP Annuqayah: Berbeda Pilihan Dalam Pilkada itu Biasa

Sumenep (beritajatim.com) – Sejumlah alumni Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-guluk, mengadakan pertemuan di kediaman Maswan, salah seorang alumni Annuqayah Daerah Lubangsa Selatan, di Desa Lapa Taman, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep. Pertemuan itu dihadiri oleh Kiai Ahmad Faris Hamdi atau Ra Ayik.

Dalam kesempatan tersebut, Ra Ayik menyampaikan pentingnya menjaga persatuan, terutama menjelang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep. “Berbeda pilihan itu biasa. Di Annuqayah sejak dulu juga seperti itu. Tapi meski berbeda pilihan, hubungan para masyaikh di Annuqayah tetap harmonis,” ujarnya, Rabu (02/12/2020).

Silaturrahim alumni Annuqayah bersama Ra Ayik itu, secara umum membicarakan tentang pentingnya ‘abhek-rembhak satarĂ©tanan’ (rembukan sesaudara: red) dan antar sesama alumni. Pertemuan itu dilakukan dalam menjaga keutuhan, kesatuan serta kebersamaan.

Dalam kesempatan itu, Ra Ayik juga bercerita, bahwa para masyaikh di Annuqayah sudah bersepakat sejak awal untuk mendukung calon bupati (Cabup) dari Annuqayah, bukan calon wakil bupati (Cawabup).

Namun ternyata dinamika politik yang terjadi dalam proses pencalonan tidak sesuai yang direncanakan. Akibatnya, dalam proses berikutnya para Kiai di Annuqayah tidak lagi satu suara. “Jadi jangan bawa-bawa nama Pondok Pesantren Annuqayah secara kelembagaan dalam Pilbup Sumenep 9 Desember mendatang,” tegasnya.

Pilkada Sumenep 2020 diikuti oleh dua pasangan calon, yakni Achmad Fauzi – Hj. Dewi Kholifah (Fauzi- Nyai Eva) di nomor urut 1 dan Fattah Jasin – KH Ali Fikri (Gus Acing – Mas Kiai) di nomor urut 2. (tem/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar