Politik Pemerintahan

Alon-alon Ditata, Dinas Perdagkum Ponorogo Atur Letak Dagang PKL

Ponorogo (beritajatim.com) – Mulai tahun 2020 ini, wajah alon-alon Ponorogo mulai berubah. Jika dulu, para pedagang kali lima (PKL) baik itu pedagang makanan, minuman, mainan dan kerajinan memenuhi alon-alon dan letaknya tak beraturan, kini keberadaannya mulai di tata. Sekarang, lokasi untuk pedagang berada di sisi barat dan timur alon-alon. Sisi tengah yang dipaving stone merupakan area steril dari pedagang.

“Sesuai petunjuk dari Bapak Bupati, tahun ini dilakukan penataan untuk alon-alon,” kata Kepala Dinas Perdagkum Ponorogo Addin Andanawarih, Rabu (8/1/2020).

Bahkan, kata Addin Bupati meminta Bapeda Litbang untuk bekerjasama dengan perguruan tinggi membuat kajian penataan yang lebih eksklusif menjadi wisata malam untuk alon-alon. Pihak Dinas Perdagkum, lanjut Addin pihaknya tupoksinya hanya menata keberadaan para pedagang. “Pedagang di alon-alon ini adalah binaan kami, jumlahnya hampir mencapai 400 pedagang,” katanya.

Jumlah tersebut sesuai kesepakatan tidak boleh tambah, karena ditakutkan nanti keberadaan pedagang di alon-alon bisa overload. Dalam penataan, setiap pedagang diberi lapak seluas 2 x 3 meter, ada tambahan untuk pedagang kerajinan sehingga ukurannya agak lebih luas.

Bilamana Pemkab atau pihak lain melakukan kegiatan di alon-alon, para pedagang juga siap jika lokasi alon-alon disterilkan. Kalau ada yang bandel tetap buka, mereka sudah tahu konsekuensinya. Yakni lapaknya akan diangkut Satpol PP, dan beberapa minggu lapak tersebut tidak dapat diambil. “Kami mengupayakan bantuan tenda dari program CSR bank untuk pedagang supaya lapaknya bisa seragam,” pungkasnya.(end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar