Politik Pemerintahan

Almisbat Minta BIN Ungkap Dalang di Balik Kerusuhan Papua

Teddy Wibisono dari Almisbat saat didampingi Teguh dari Ksatria Airlangga diwawancarai media

Surabaya (beritajatim.com) – Dewan Penasihat Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) Teddy Wibisana meminta pemerintah berperan aktif dalam mengatasi permasalahan di Papua yang mengancam persatuan kesatuan dan keutuhan NKRI.

“Ini sepertinya pemerintah hanya menunggu. Padahal, kejadian-kejadian kerusuhan ini juga membuat kondisi yang tidak bagus untuk Presiden Jokowi. Ini juga menyangkut kewibawaan presiden,” tegasnya saat Rembug Suroboyoan ‘Kawal Merah Putih’ di Balai Pemuda Surabaya.

Sebagai relawan Jokowi dan Jogo Merah Putih yang berlatar belakang aktivis, menurut Teddy, pihaknya harus berani mengkritisi mana yang benar dan mana yang salah.

“Jadi, posisi kami bukan hanya memenangkan Pak Jokowi, tetapi juga bertanggung jawab terhadap kemenangan,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Almisbat mendesak agar Presiden Jokowi meminta Kepolisian RI dan BIN untuk mengusut tuntas, serta mencari siapa dalang yang memanfaatkan insiden Papua. Teddy menduga ada yang mendalangi di balik kerusuhan di Papua ini.

“Kami mendesak agar Presiden Jokowi memberikan perintah kepada BIN untuk mengusut dalang di balik kerusuhan Papua,” tukasnya.

Sementara itu, dalam acara dialog Suroboyoan ‘Kawal Merah Putih’, Ketua Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Chrisman Hadi membacakan Pernyataan Sikap bersama dengan sembilan elemen Relawan Jogo Merah Putih lainnya sepertia Ksatria Airlangga, Almisbat, ASSB, LAYAR, PEKAD, PA GMNI, KBRS Perjuangan dan Rumah Bhinneka.

Pernyataan Sikap Rembug Suroboyoan Kawal Merah Putih, sebagai berikut:

1. Papua adalah kita. Luka Papua adalah luka kita semua.

2. Kita sedih dengan peristiwa yang terjadi di Papua hari-hari ini. Kita berduka atas jatuhnya korban, baik dari kalangan masyarakat sipil maupun aparat keamanan.

3. Tapi kita juga marah atas pemicu awal munculnya rentetan peristiwa yang mengakibatkan terjadinya kekerasan dan perusakan fasilitas publik di Papua.

4. Kita pun mengutuk keras pihak-pihak yang menunggangi kerusuhan di Papua demi syahwat politik. Termasuk mereka yang justru bergembira dan bersorak atas peristiwa kerusuhan yang terjadi.

5. Kita tahu, tragedi ini berawal dari peristiwa yang terjadi di Malang dan Surabaya. Dua kota di Provinsi Jawa Timur yang selama ini dikenal sangat toleran terhadap keberagaman. Malang dan Surabaya bahkan telah menjadi benteng kokoh pluralisme. Kebhinnekaan menjadi makanan sehari-sehari warganya yang terkenal bersifat egaliter ini.

6. Tindakan rasisme yang ditunjukkan oleh segelintir orang di dua kota itu, baik sipil maupun aparat, telah merusak suasana damai yang selama ini terjaga kuat.

7. Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil di Jawa Timur, kita meminta Presiden Jokowi tegas menindak siapa pun yang secara sengaja melakukan tindakan rasisme dan intoleran terhadap sesama warga negara. Jangan jadikan Papua sebagai proyek politik yang membahayakan kehidupan bersama.

8. Cukup sudah bangsa ini dikoyak intoleransi dan radikalisme yang selama ini terkesan dibiarkan. Jangan ditambah lagi dengan memberi ruang terhadap sikap dan tindakan berbasis rasisme. Negara harus hadir di sini.

9. Kita adalah Papua. Kita semua adalah saudara. Merah darahku, putih tulangku![tok/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar