Politik Pemerintahan

Aliansi Malang Melawan Demo Tolak RUU Omnibus Law

Demo tolak RUU Omnibus Law di Malang.

Malang(beritajatim.com) – Puluhan mahasiswa di Malang yang tergabung dalam Aliansi Malang Melawan menggelar aksi demonstrasi menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law di depan Balai Kota Malang, Kamis, (17/7/2020). Mereka menolak RUU Omnibus Law masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas tahun 2020.

Humas Aksi, Ramli Abdulrajak mengatakan demonstran menuntut Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menghentikan dan mencabut RUU Omnibus Law. Bahkan mereka menyebut unjuk rasa ini ibarat sebuah pemanasan. Mereka akan terus menyuarakan penolakan melalui diskusi, kajian-kajian dan unjuk rasa.

“Kami menuntut agar DPR RI melakukan pemberhentian dan pencabutan terhadap RUU Omnibus Law. Bisa kami katakan sebagai pemanasan. Di mana ini langkah-langkah taktis awal untuk kembali menghangatkan gerakan kritis di Malang,” kata Ramli.

Ramli mengatakan masyarakat harus bangun dan menyadari bahwa RUU Omnibus Law bakal merugikan sektor-sektor kehidupan. Bahkan mereka menyebut pemerintah sedang membawa Indonesia menuju era kolonialisasi.

“Kami melakukan unjuk rasa untuk menyadarkan rakyat bahwa masyarakat kita diupayakan menuju rezim gaya otoritarian baru menuju kolonialisasi,” ucap Ramli.

Ramli mengatakan, ada beberapa sektor yang dirugikan bila RUU Omnibus Law disahkan. Diantaranya sektor lingkungan, pertanian sampai ketenagakerjaan. Demonstrasi ini berjalan damai dengan dijaga puluhan personel TNI/Polri.

“Segala kemudahan berinvestasi bagai pengusaha dijamin oleh pemerintah. Mulai dari kemudahan administrasi, penyediaan lahan bagi investor yang akan berinvestasi, sampai dihapuskannya Analisis Dampak Lingkungan,” tandas Ramli. (luc/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar