Politik Pemerintahan

Ali Maschan: Machfud Arifin Dekat dengan Kiai NU dan Sangat Toleran

Surabaya (beritajatim.com) – Calon wali kota Surabaya Machfud Arifin dikenal sangat toleran. Mantan Kapolda Jatim ini sangat memahami bahwa Surabaya sangat heterogen. Semua golongan dan lapisan masyarakat ada di kota ini.

“Maju kotane makmur wargane akan kami wujudkan dengan mengedepankan sikap toleran. Semua akan bersama-sama menghargai antargolongan, kelompok, dan suku satu sama lain,” kata Machfud, Senin (30/11).

Keberagaman adalah berkah dan kekuatan. Surabaya adalah miniatur bangsa ini. Semakin beragam dan heterogen semakin kokoh kekuatan bangsa ini. Warga kota ini sudah sangat dewasa untuk saling menjunjung tinggi toleransi.

Sebagai pemimpin, Machfud Arifin menegaskan bahwa tugas pemerintah daerah untuk terus menjaga sikap toleran daerahnya terhadap keberagaman ini. Dirinya siap membangun kota dengan pondasi toleransi.

Machfud menegaskan bahwa dirinya akan membangun Surabaya dengan semangat Bhineka Tunggal Ika. Ia pun menentang dengan keras politik identitas yang mulai diembuskan belakangan.

“Saya ini Kapolda tiga kali sangat memahami bagaimana mempersatukan semua golongan. Saya arek Suroboyo asli, saya sejak dulu selalu mbanggakan kota ini yang guyup rukun, meski warganya dari banyak suku dan agama,” papar Machfud.

Machfud Arifin yang berpasangan dengan Mujiaman, berjanji membawa kota Surabaya naik kelas. Apa-apa yang sudah dibangun wali kota Tri Rismaharini, akan dijaga. Kekurangan yang masih ada di sana-sini akan ditingkatkan.

Terpisah Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Ali Maschan Moesa menilai sosok Machfud Arifin adalah pribadi yang dekat dengan ulama. Itu membuat ia sangat toleran sebagaimana ajaran para ulama. “Waktu dulu pak Machfud jabat kapolda saya sering diundang ceramah,” ujarnya.

Dan uniknya ceramah dilakukan di lapangan polda. “Setiap hari Kamis pagi waktu apel. Karena kalau dilakukan di masjid kan ndak bisa semua dengar,” tuturnya.

Ali Maschan menampik adanya anggapan yang menyudutkan Machfud Arifin bermain politik identitas. Yakni, dengan dekat pada sosok pemeluk Agama Islam yang ekslusif. ”Tidak benar itu. Malah sangat dekat dengan para Kiai NU,” tegas dia.

Ali Maschan kemudian dapat mencontohkan pada partai yang mengusung Machfud Arifin saat ini. ”Bisa dilihat dari delapan partai yang memberi rekom. Dari beragam latar belakang, ada yang nasionalis dan juga religius,” imbuh Guru Besar UINSA ini. [ifw/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar