Politik Pemerintahan

Alami Surplus, Bupati Kediri Tolak Rencana Impor Beras

Kediri (beritajatim.com) – Selain kalangan petani, sejumlah kepala daerah ramai-ramai menolak rencana pemerintah mengimpor beras, salah satunya Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Menjadi lumbung pangan Jawa Timur dan alami surplus beras, Kabupaten Kediri mampu mencukupi kebutuhan masyarakatnya.

Pernyataan tegas ini disampaikan Bupati usai mengikuti prosesi Hari Jadi Ke-1217 Kabupaten Kediri di pendopo, pada Kamis (25/3/2021). Mas Bup memastikan bahwa Kabupaten Kediri mengalami surplus beras, sehingga tidak membutuhkan impor.

Pada tahun 2020, Kabupaten Kediri alami surplus diangka 49 ribu ton. Bila jumlah penduduk Kabupaten Kediri sebanyak 1,6 juta jiwa, maka kehutuhan beras masyarakat hanya 114 ton.

“Sebenarnya dibilang menolak secara keras, tidak.
Kabupaten Kediri tidak butuh impor beras. Tahun 2020 kita surplus diangka 49 ribu ton,” kata Mas Bup.

Ditambahkan Mas Bup, memasuki awal panen raya tahun ini produktifitas beras petani 39 ribu ton. Bahkan hinhga akhir April mendatang diprediksi mencapai 89 ribu ton. Jumlah ini dipastikan bakal bertambah seiring dengan panen hingga akhir tahun 2021.

Diakuinya, persoalan pertanian yang kini dihadapi petani karena lemahnya serapan gabah oleh Bulog. Untuk meningkat kualitas gabah petani, Pemkab Kediri bakal membenahi sistem pengolahan gabah dan menyediakan tempat pengeringan.

“Kita akan memberi edukasi ke petani agar gabah bisa diserap Bulog. Bagaimana pengolahan gabah menjadi baik. Kita sediakan tempat pengeringan agar kualitas gabah petani menjadi baik,” pungkasnya. [adv kominfo/nm]



Apa Reaksi Anda?

Komentar