Politik Pemerintahan

Akun Twitter yang Kritisi Pemkot Surabaya adalah Dokter RS Royal

foto/tangkapan layar

Surabaya (beritajatim.com) – RS Royal Surabaya memberikan klarifikasi mereka terkait utas yang dibuat oleh akun Twitter @cakasana. Pihaknya membenarkan jika @cakasana atau Aditya C. Janottama adalah dokter yang bekerja di rumah sakit itu.

“Yang bersangkutan merupakan karyawan Rumah Sakit Royal Surabaya yang bekerja di bagian IGD sebagai Dokter Jaga IGD,” ujar Direktur RS Royal Surabaya, Henny Poeri Margastuti.

Terkait cuitan soal tidak adanya bantuan dari Pemkot Surabaya, pihak RS Royal menyangkal hal itu. “Pernyataan tersebut adalah pendapat atau pernyataan pribadi yang bersangkutan tanpa didukung data yang valid,” kata Henny.

“RS Royal Surabaya tidak bertanggung jawab terhadap apapun yang menjadi pendapat atau pernyataan pribadi karyawan rumah sakit di media sosial maupun media lainnya. Namun demikian, pihak rumah sakit menyayangkan adanya insiden tersebut dan akan menindaklanjuti dengan melakukan investigasi kepada yang bersangkutan,” tambahnya.

Apabila dalam investigasi ditemukan adanya pelanggaran kode etik dan disiplin, pihak RS Royal akan memberikan sanksi kepada @cakasana. “Sanksi akan diberikan sesuai rekomendasi dari Komite Etik dan Hukum Rumah Sakit Royal Surabaya,” pungkas Henny.

Di sisi lain, Kadiskominfo Pemkot Surabaya M. Fikser mengundang pemilik akun Twitter @cakasana untuk datang dan berdiskusi bersama jajaran Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Surabaya untuk berdiskusi bersama. Hal ini terkait dengan cuitannya yang memberikan kritik keras kepada Pemkot Surabaya tentang kebijakan yang diambil selama masa pandemi.

“Kalau memang beliaunya kurang puas atau punya ide, bisa datang langsung ke gugus tugas untuk diskusi bersama kami. Pemikiran beliau pasti bisa berguna untuk menangani hal ini. IDI Surabaya sudah melakukan koordinasi dengan baik bersama kami,” kata Fikser.

“Kami menyayangkan kenapa itu disampaikan ke media sosial berpotensi membuat disinformasi. Makanya ini kami luruskan,” tambahnya.

Terkait bantuan APD kepada tenaga medis, Fikser memastikan jika hal itu sudah menjadi perhatian khusus Pemkot Surabaya. “60 ribu lebih APD telah diberikan merata ke seluruh rumah sakit. tapi apakah itu sampai ke tenaga kesehatan yang bertugas, kami tidak tahu. itu Bu Risma langsung mendistribusikan,” bebernya.

“Pemkot sangat terbuka mekakukan penanangan ini. Kami tidak ingin seperti gunung es. Kami lakukan rapid test massal dan terus menerus itu terbuka soal ini,” pungkas Fikser.

Sebelumnya, sebagai informasi, jagad linimasa sosial media Twitter mendadak heboh, Rabu (27/5/2020) pagi. Hal ini disebabkan oleh akun twitter @cakasana. Akun yang mengaku milik seorang dokter bernama Aditya J. Janottama ini membuat utas tentang kebobrokan penanganan Covid-19 di Surabaya menurut penilaiannya.

“Disclaimer: saya dokter yang bekerja di salah satu RS rujukan di Surabaya. Informasi bbrp tidak bisa saya sebutkan sumbernya, tp insyaallah valid,” cuitnya.

Salah satu yang Ia soroti adalah terkait Pemkot Surabaya yang hanya memberikan bantuan wedang pokak dan telur rebus saja kepada tenaga medis. “Loh kalau gitu, apa yang dilakukan pemkot untuk nakes2 ini? Let’s say, close to nothing. Nada,” katanya.

“Eh lupa. Ada sih yang dikasih pemkot… yaitu…

TELOR REBUS SAMA WEDANG JAHE. ANJIR GUE DISINI NGEHADEPIN PASIEN COVID BENERAN ELO CUMA KASIH GITUAN.

Dan ga semua suka jahe jadi ya sering2 akhirnya terbuang ga guna,” lanjut akun yang terpantau sering mengkritisi kebijakan Pemkot Surabaya itu. [ifw/but]






Apa Reaksi Anda?

Komentar