Politik Pemerintahan

Aktivis ’98 Jatim Minta Publik Cermati Hasil Survei

Deny Istiawan (kaos putih)

Surabaya (beritajatim.com) – Aktivis Reformasi 1998, Deny Istiawan mengingatkan agar masyarakat cermat memahami survei politik yang dirilis kepada publik. Hal ini merespon hasil penilitian IT Research and Politic Consultan (IPOL) Indonesia.

“Hal Ini adalah merupakan manuver politik dalam membangun opini publik dari pihak-pihak tertentu dengan menggunakan jasa lembaga survey menjelang dilaksanakannya survey awal oleh Partai Politik,” kata Deny.

“Intrik seperti ini, biasa dilakukan. Memang diawal dan saat proses sedang berlangsung, publik dibuat penasaran, namun, Ibarat atraksi sulap, manuver itu akan terbaca dari hasil survey,” tambahnya.

Ia pun mengingatkan agar warga Kota Surabaya untuk lebih cerdas serta bijak bersikap dalam menjadikan hasil polling sebagai dasar literatur menentukan pilihan dan menentukan strategi pemenangan. Deny pun memiliki pesan khusus kepada IPOL Indonesia.

“IPOL IndonesiA akan dihadapkan pada penilaian pasar survey yang akan menyeleksi sejauh mana tingkat profesional dan independen dari penerapan Ilmu Statistik diterapkan oleh IPOL Indonesia,” tegasnya.

“Ada empat unsur yang harus dipenuhi dari sebuah aktifitas survey agar nantinya hasil itu merupakan info yang bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya, layak dikonsumsi publik dan bermanfaat oleh pihak-pihak yang berkepentingan akan hasil survey tersebut. Keempatnya adalah siapa usernya, kredibilitas lembaga surveynya, metode survey yang digunakannya dan hasil survey itu sendiri”, urai Deny.

Sebagai informasi, IPOL Indonesia secara mengejutkan merilis jika Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi memiliki popularitas sebesar 21 persen.

Selain itu muncul juga nama keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Lia Istifhama. Lia merupakan Bacawawali PDIP yang lekat dengan aktifitasnya sebagai aktifis perempuan.(ifw/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar