Politik Pemerintahan

Aksi Serentak GPPD Sosialisasikan Tolak Politik Uang di Seluruh Jawa Timur

Gerakan pemuda peduli demokrasi melakukan aksi serentak di seluruh kota dan kabupaten di seluruh Jawa Timur, Minggu (6/12/2020).

Surabaya (beritajatim.com) – Gerakan pemuda peduli demokrasi melakukan aksi serentak di seluruh kota dan kabupaten di seluruh Jawa Timur. Gerakan ini dilakukan oleh GPPD untuk memberikan sosialisasi dan penyadaran kepada publik terkait bahaya politik uang dan Hoax yang beredar selama waktu Pilkada.

“Kami Mengkoordinasi gerakan ini sudah sejak dua bulan yang lalu. Dalam gerakan ini kami fokus untuk memberikan penyadaran dan sosialisasi terkait bahaya politik uang dan hoax terhadap demokrasi kepada masyarakat Luas,” Ujar Risyad Fahlefi, Ketua Umum GPPD Jatim, Minggu (6/12/2020).

Risyad juga menyampaikan bahwa Politik Uang sudah marak dan membudaya, sekaligus memberikan efek yang sangat negatif pada demokrasi. “Sejauh yang kami analisis, tingkat Politik Uang di Indonesia sudah sangat memprihatinkan, 7 dari sepuluh orang yang tinggal di daerah kabupaten mengatakan bahwa Uang merupakan motif utama untuk memilih salah calon pemimpin,” tegas Risyad.

Selain itu, GPPD juga melakukan deklarasi tolak Hoax dan Politik Uang, sekaligus akan melaporkan setiap bentuk hoax dan Money Politics yang muncul di Pilkada esok hari.

“Kami bersedia untuk menolak dan melaporkan semua bentuk politik uang yang dilakukan oleh para oknum ke bawaslu, dan kami siap juga mengawal pilkada agar bersih dari segala politik uang dan hoax,” ujar Ubaidillah Cholid, Koordinator GPPD dari Lamongan.

Gerakan Tolak Politik Uang dan Hoax yang dilakukan GPPD tidak hanya akan berhenti sampai di situ, namun juga akan dilakukan aksi lanjutan melalui Tagar dan kampanye di media sosial. “Tidak hanya sampai situ, kami akan mengawal dan mengkampanyekan isu ini melalui media sosial hingga hari H. Kami akan terus memberikan penyadaran kepada khalayak luas bahwa uang seratus ribu tidak akan setara dengan kepemimpinan lima tahun yang korup,” ujar Risyad.

Aksi yang dilakukan oleh GPPD ini mendapat sambutan yang bagus dari publik di setiap daerah di Jawa Timur, terlebih di kota Ponorogo yang baru saja terjadi kasus penangkapan mobil berisi uang ‘serangan fajar’ berisi ratusan juta.

Proses pilkada di Ponorogo sekarang membuat masyarakat terjebak dalam situasi yang sulit. Sulit untuk menentukan kriteria pemimpin karena maraknya politik uang dan hoax. “Sebagai generasi penerus sudah seharusnya kita memperbaiki kualitas demokrasi untuk generasi mendatang,” tutup Reyval Bayu, Koordinator GPPD dari Ponorogo.(asg/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar