Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Akses Tambangan Penyeberangan Taman Bengawan Solo di Bojonegoro Ditutup

Sejumlah warga yang akan menggunakan jasa perahu penyeberangan di Sungai Bengawan Solo kecele.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sejumlah pelajar dan masyarakat yang akan menggunakan jasa penyeberangan sungai Bengawan Solo di Taman Bengawan Solo kecele. Pasalnya, mulai pagi tadi perahu penyeberangan dihentikan oleh Pemkab Bojonegoro, Kamis (7/4/2022).

Tambangan penyeberangan yang menghubungkan Kecamatan Trucuk dengan Kecamatan Bojonegoro ditutup lantaran tebing Bengawan Solo yang berada di sebelah utara pasar kota tersebut akan dibangun. Sejumlah warga yang akan menggunakan jasa perahu penyeberangan merasa kecewa.

Penutupan akses penyeberangan yang menjadi salah satu akses tercepat warga yang melakukan perjalanan dari Banjarsari Kecamatan Trucuk ke kota Bojonegoro itu sesuai dengan surat yang diterbitkan oleh Bupati Bojonegoro yang ditandatangani oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kusnandaka Tjatur.

Penutupan akses tambangan tersebut menindaklanjuti surat Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro Nomor: 640/347/412.205/2022 tanggal 14 Maret 2022 hal pemberitahuan proses pembangunan tebing Bengawan Solo utara Pasar Kota akan segera dilaksanakan.

“Berkaitan dengan hal tersebut mohon bantuan saudara Camat untuk menyampaikan kepada pihak pengelola tambangan TBS dan tambangan Banjarsari agar segera menutup akses dari dan ke tambangan guna kelancaran proses pekerjaan pembangunan tebing Bengawan Solo dimaksud,” berikut isi dalam surat bernomor 551.21/461/412.212/2022.

Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Bojonegoro Kusnandaka Tjatur saat dimintai konfirmasi reporter beritajatim.com belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditulis.

Sementara adanya penutupan tambangan penyeberangan tersebut berdampak pada banyak sektor. Salah satunya, akses warga yang dari Desa Banjarasi ke Kota Bojonegoro lebih jauh. Sementara warga yang tidak memiliki sepeda motor juga tidak bisa menggunakan kendaraan umum karena tidak ada akses. “Ada banyak anak-anak sekolah yang tidak bisa ke sekolah karena penutupan jalur penyeberangan tersebut,” ujar salah seorang warga Banjarsari, Wendi. [lus/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar