Politik Pemerintahan

Akses Rungkut Menanggal Dibuka Lagi, PSBB Harus Izin Pusat

Warga di perbatasan Sidoarjo dan Kota Surabaya memiliki inisiatif menutup jalan perbatasan untuk antisipasi virus corona, Minggu (5/4/2020). (manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak boleh serta merta dilakukan, perlu dilakukan beberapa langkah penting terlebih dahulu. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Perwakilan Ombudsman RI untuk Jawa Timur, Agus Widiyarta.

“Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB harus seizin Kementerian atau pemerintah pusat. Nantinya pun, ke depannya, ketika pemberlakuan perlu juga diinformasikan terkait pengalihan-pengalihan yang ada terlebih dahulu kepada masyarakat. Ini kan sesuai dengan PP no 21 tahun 2020,” ujar Agus, Senin (6/4/2020).

“Kalau kemarin-kemarin kan ini petunjuk teknisnya kan masih dalam pembahasan. Kalau sekarang saya rasa harusnya sudah selesai,” tambah pria yang juga akademisi UPN Surabaya ini.

Terkait upaya-upaya yang dilakukan oleh masing-masing pemerintah daerah untuk mencegah penyebaran Virus Corona, Agus mengatakan jika hal itu sah-sah saja dilakukan. “Asalkan ya itu tadi, ada informasi awal yang jelas bagi masyarakat tentang pengalihan-pengalihannya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, di Surabaya, perkara Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi heboh pada hari Minggu (5/4/2020). Hal ini diawali dengan penutupan perbatasan penutupan akses masuk Surabaya dari Sidoarjo di perbatasan Rungkut Menanggal – Pondok Candra.

Meskipun demikian, berdasarkan pantauan lapangan yang dilakukan pada hari Senin (6/4/2020), akses jalan itu telah dibuka kembali.

Anna Fajriatin selaku Camat Gunung Anyar Surabaya. Anna pun memastikan jika yang terjadi bukanlah penutupan akses masuk, melainkan hanya sebagai pengalihan arus.

“Mohon maaf kepada pengguna jalan untuk sementara bisa lewat MERR dan SIER. Ini merupakan permintaan dari seluruh elemen warga kami. Dari LPMK, tokoh masyarakat, kepala desa, Banser, PP, Ansor, dan NU. Sebetulnya ini tidak ditutup total tapi hanya mengalihkan ke MERR dan SIER. Itu kan tidak jauh,” ujarnya.

Pengalihan arus ini, menurut Anna, untuk mensterilkan wilayahnya dari lalu lintas yang padat dan banyaknya pengendara yang tidak memakai masker. Terlebih lagi, setelah melihat bahaya Covid-19 di media.

“Kami tetap memberikan penjelasan tapi kami juga menghormati keinginan warga kami. Saya coba komunikasi lagi ke warga kami,” kata Anna.

Di sisi lain, terkait masalah yang sama, Kapolsek Rungkut Kompol Hendry Ibnu memastikan jika pihaknya telah melakukan komunikasi agar penutupan jalan tidak terjadi.

“Sudah saya kasih saran bu Camat untuk tidak ada penutupan. Dari bu camat itu dari warga, ini saya sudah perintahkan anggota untuk menggalang warga tidak ada penutupan. Lebih jelasnya ditanyakan ke ibu camat ngih, infonya juga bu camat dapat instruksi dari Ibu Walikota (Tri Rismaharini),” tegas Kompol Hendry.(ifw/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar