Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Aklamasi, Esa Wahyu Endarti Ketua DPD Pengajian Al-Hidayah Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Pemegang hak suara DPD Pengajian Al-Hidayah kabupaten/kota se-Jawa Timur bersepakat memilih Esa Wahyu Endarti sebagai ketua baru DPD Al-Hidayah Jawa Timur untuk periode 2020-2025, menggantikan ketua sebelumnya Hj Yayak Munasiyah Sjamsoe.

Hj Esa Wahyu Endarti, dosen Pascasarjana UWP (Universitas Wijaya Putra) terpilih secara aklamasi dalam Musda Vlll DPD Pegaian Al-Hidayah yang berlangsung di Kantor DPD Golkar Jawa Timur, Jalan Ahmad Yani Surabaya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Umum DPP Pengajian Al-Hidayah Hj. Harbiyah Salahudin, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur M. Sarmuji,SE, Msi, Waketum DPP Pengajian Al-Hidayah Dra Siti Marhamah Mujib, MA.

“Al-Hidayah harus menjadi kelompok terbaik untuk mentransformasikan semangat menyeru kepada kebaikan, mencegah kemungkaran, memperkuat keimanan dan ketaqwaan baik di Partai Golkar maupun kepada masyarakat umum,” kata M Sarmuji, Ketua DPD Partai Golkar Jatim dalam kesempatan membuka Musda.

“Ada banyak isu di sisi perempuan yang harus cepat direspon oleh Al-Hidayah. Semuanya adalah ladang amal kebaikan yang dapat dikerjakan oleh Alhidayah,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Terpilih Hj Esa Wahyu Endarti mengaku, dirinya menerima amanah yang tidak ringan untuk dilaksanakan. “Bagi saya, ini adalah amanah yang tidak bisa dianggap biasa. Saya ini bukan satu-satunya orang yang tepat untuk menerima amanah ini. Masih banyak yang lain yang lebih cakap dan mampu dibandingkan dengan saya. Tetapi barangkali saya harus ikhlas untuk menerima dan memikul amanah ini,” tuturnya.

“Sebagai pribadi Muslimah saya harus bisa berbuat untuk Dakwah bagi agama dan keyakinan saya. Berdakwah adalah tugas mulia. Karenanya dengan niat tulus ikhlas dan hanya memohon ridho Allah saya ucapkan Bismillah saya siap melaksanakan tugas dakwah ini,” imbuh Esa yang merupakan Kodrat Sunyoto, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Timur.

Pihaknya juga berjanji akan bekerja secara teamwork, bekerja bersama pengurus DPD Al- Hidayah Provinsi Jawa Timur secara kolektif kolegial.

“Saya tidak mungkin bisa bekerja sendirian tanpa bantuan pengurus yang nanti bersama-sama untuk melaksanakan amanah Musda lima tahun ke depan, mulai DPP sampai pada tingkat struktur terbawah. Bantu saya dan dukung saya bila langkah kebijakan saya sesuai dengan ketentuan agama, ketentuan negara, aturan organisasi dan kepentingan umat. Sebaliknya, jika langkah kebijakan saya menyimpang dari semua itu, maka tegurlah saya sekeras-kerasnya dan jangan ragu ataupun sungkan karena organisasi ini bukan milik pribadi saya,” pungkasnya.

Musda DPD Pengajian Al-Hidayah dilakukan secara daring kecuali peserta Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Malang. [tok/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar