Politik Pemerintahan

Akhir Juli Tempat Wisata di Kota Malang Kembali Buka

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni

Malang (beritajatim.com) – Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, mengatakan destinasi wisata di Kota Malang kemungkinan akan kembali buka pada akhir Juli hingga Agustus. Sejauh ini baru Hawai Water Park yang akan buka pada pekan depan mereka dianggap siap dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Rata-rata mereka buka kalau tidak akhir Juli kemungkinan Agustus 2020. Hanya Hawai Waterpark yang kemungkinan buka pekan depan. Kalau untuk restauran dan hotel sudah mulai buka,” kata Ida Ayu, Selasa, (23/6/2020).

Ida Ayu mengungkapkan, saat ini 41 hotel dan restauran di Kota Malang sudah lolos verifikasi ketentuan new normal dengan protokol kesehatan. Mereka pun sudah bisa beroperasi kembali. Bagi hotel dan restauran yang terverifikasi, pengunjung bisa melihat tanda stiker bahwa tempat tersebut aman untuk dikunjungi oleh para wisatawan.

“Hotel, resto dan tempat wisata yang sudah kami verifikasi yang sudah siap secara protokol kesehatan itu ada 41. Kita tempel stiker bahwa tempat itu aman untuk pengunjung,” ujar Ida Ayu.

Ida Ayu mengatakan, Pemkot Malang telah menyiapkan tiga fase demi dunia pariwisata bisa beroperasional di masa new normal. Dimulai dari fase emergency. Fase ini dimulai sejak Maret hingga Juni 2020 mendatang. Di fase ini mereka melakukan sosialisasi protokol kesehatan. Kemudian melakukan pendataan karyawan terdampak Covid-19 untuk diberi bantuan.

“Kedua fase recovery yang mulai berjalan pada Juni sampai Agustus 2020. Kami lakukan verifikasi yang memenuhi protokol kesehatan sesuai Perwali Kota Malang, Nomor 19 Tahun 2020. Yang lolos kita beri stiker verifikasi,” papar Ida Ayu.

Ida menjelaskan, stiker verifikasi itu dikeluarkan bila restauran, hotel maupun tempat wisata mampu menerapkan protokol kesehatan sesuai ketentuan. Diantaranya menyediakan tim gugus tugas internal, ruang isolasi, melakukan penyemprotan desinfektan secara berkala, menerapkan physical distancing, menyediakan hand sanitizer dan alat pengukur suhu.

“Ya tentu harus menyediakan protokol kesehatan sebelum lolos verifikasi. Selanjutnya, ketiga adalah fase new normal. Dalam fase ini kami akan melakukan promosi wisata. Kemudian simulasi safari wisata,” tandas Ida Ayu. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar