Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Akhir 2023, Bupati Hendy Targetkan Ribuan Kilometer Jalan di Jember Semulus Pipinya

Bupati Hendy Siswanto saat meninjau kerusakan di Jalan Muhammad Yamin Jember.

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, sudah memperbaiki 1.200 kilometer jalan. Namun masih ada ratusan kilometer lagi jalan yang perlu diperbaiki.

“Ini bagian dari hak masyarakat. Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar seluruh jalan di Jember, mulai jalan kabupaten, kecamatan, desa sampai ke jaringannya yakni jalan-jalan kecil mulus semua kayak pipi bupati Jember,” kata Bupati Hendy Siswanto, di sela-sela acara safari Ramadan, di Kecamatan Semboro, Jumat (22/4/2022).

“Bukan apa-apa. Itu hak. Seluruh masyarakat wajib menikmati jalan bagus. Tidak boleh dipilih-pilih. Tidak ada itu. Semua harus sama,” kata Hendy.

“Kami sudah membangun 1.200 kilometer. Insya Allah Juli 2022 selesai. Tapi masih kurang. 600 kilometer lagi, dan ini akan kami lanjutkan. Sehingga nanti maksimal akhir 2023 seluruh Kabupaten Jember sampai ke pelosok-pelosok sampai ke kaki Gunung Argopuro akan kami bikin baik jalannya,” kata Hendy.

Salah satu yang diperbaiki adalah lima ruas jalan sepanjang 22,068 kilometer di Kecamatan Mayang. Rinciannya: Jalan Lengkong Toko – Lengkong Barat 4,633 kilometer, Jalan Lingkar Tetelan 2,172 kilometer, Jalan Tegalwaru – Sidomukti 11,35 kilometer, Jalan Kejayan Sidomukti 1,134 kilometer, dan Jalan BD Tegalwaru – Mrapen 2,779 kilometer.

“Jalan di Sidomukti paling rusak, selama 15 tahun tidak diperbaiki, dan ini memang hak warga untuk mendapatkan yang terbaik. Saya berharap masyarakat bisa memelihara ini, biar awet. Kalau sudah awet kami tidak mengeluarkan biaya lagi. APBD bisa dialokasikan untuk yang lain,” kata Bupati Hendy Siswanto.

Sementara itu di Jalan Pahlawan, Kecamatan Ambulu, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Jember membeton Jalan Pahlawan sepanjang 885 meter dan lebar lima meter dengan ketebalan 50 centimeter.

Sebelumnya jalan di Ambulu ini pernah ditanami padi oleh warga sebagai bentuk protes kepada pemerintah. “Daerah ini memang daerah banjir. Tentunya pekerjaan pembetonan ini sangat penting, karena hasil tes menunjukkan kandungan air (di jalan itu) tinggi. Kalau pakai aspal biasa, cepat rusak, karena tanahnya bergerak. Tanahnya lemah,” kata Hendy.

“Kalau dibeton, akan menjadi lebih settle (lebih kuat), tidak ada perawatan lagi. Tentunya perawatannya pada kiri dan kanan saluran (pembuangan air). Proyek multiyears ini belum dengan saluran (drainase). Kami akan carikan anggaran dulu,” kata Hendy. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar