Politik Pemerintahan

Akademisi: Bupati Jember Mendatang Harus Kurangi Gaduh, Taati UU

Jember (beritajatim.com) – Hermanto Rohman, akademisi Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyarankan agar bupati mendatang mampu membangun pemerintahan yang mengedepankan ketertiban dan keharmonisan.

“Kurangi gaduh dan tentunya tetap berpegang pada aturan perundang-undangan, serta semangat kerjasama yang baik secara vertikal dan horisontal. Pemerintahan yang harmonis tidak gaduh itu menjadi modal dasar kelancaran pembangunan,” kata Hermanto, Minggu (20/9/2020).

Hermanto menambahkan, bupati Jember ke depan juga harus inovatif, responsif, dan adaptif. “Dia harus bisa membangun kultur pemerintahan yang keluar dari zona nyaman, yaitu beralih dari ritual program yang sifatnya rutin menjadi program gebrakan atau terobosan,” katanya. Prinsip belanja yang ‘menghabiskan’ digeser menjadi belanja yang ‘menghasilkan’.

“Konsep pembangunan diarahkan pada upaya membangun branding dan unggulan daerah. Tentunya ini butuh kerja yang keras untuk mengubah mindset birokrasi. Pemerintahan Jember ke depan harus meletakkan pelayanan ramah publik, terbuka, transparan, dan demokratis,” kata Hermanto.

Kuncinya, menurut Hermanto, pemerintahan ini harus didukung birokrasi kaya fungsi dan miskin struktur. “Kurangi kebijakan yang sifatnya sentralistik dan lebih menekankan desentralistik, terutama dalam pelayanan dan tentunya didukung oleh insfrastruktur teknologi dan informasi dan data yang handal,” katanya. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar