Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Airlangga : Golkar Siap Menjaga Dan Menegakkan Demokrasi Di Tanah Air

Surabaya (beritajatim.com) – Tengah pandemi ekonomi Indonesia masih tumbuh hingga 7,07 persen membuat Indonesia menjadi salah satu yang tangguh ekonominya di Asia. Pertumbuhan yang bagus ini membuktikan bahwa walaupun Indonesia berada dalam situasi yang memprihatinkan akibat pandemi Covid-19, tetapi Indonesia mampu dan terus berusaha untuk bangkit.
Hal ini diungkap oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar dan juga Menteri Koordinator Perekonomian RI, jelang HUT Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang pada tanggal 1 September 2021 menginjak usianya ke-50 tahun. Dalam acara bertema Pidato Kebangsaan yang bertema Demokrasi, Kebangsaan dan
Kesejahteraan.
Dikatakan, dalam situasi terjepit, Indonesia memiliki daya tahan yang tangguh, dengan rasa solidaritas
yang tinggi, dengan simpati kemanusiaan yang besar, serta dengan kerja keras yang memang harus dijalani.
“Semoga dengan tanda-tanda bagus dari sektor pertumbuhan ekonomi ini,
masa depan yang lebih cerah dapat kita rebut kembali dengan melewati berbagai
permasalahan yang kini tengah kita hadapi bersama,” beber Airlangga, Senin (10/8/2021)
Dalam sambutannya Ketua Umum Partai Golkar ini juga meyakini bahwa Indonesia akan menjadi negara maju dan sejajar dengan negara ekonomi besar lainnya di dunia. Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, membuat negara harus melakukan restarting dan rebooting tentang skenario kita untuk mewujudkan visi 2045 tersebut.
“Dan hasil kajian dan riset CSIS telah terbukti mempengaruhi kebijakan pemerintah dalam pengambilan keputusan strategis bangsa ini. Demikian pula, para pendiri, pembina dan para peneliti dikenal memiliki kiprah dan kontribusinya bagi negara kita, termasuk dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan hubungan internasional,” ujar Menko Airlangga.

Selain berbicara tentang pandemi dan ekonomi, Airlangga juga mengungkapkan tentang demokratisasi Indonesia pada saat ini.  “Sebagai sebuah sistem, praktek demokrasi di Indonesia selalu mengalami pasang-surut seiring dengan dinamika sosial politik yang terjadi pada setiap masanya,” ujar Airlangga.

Menurut Airlangga, demokrasi Indonesia di era reformasi ini dalam prakteknya telah mengalami penyempurnaan seiring dengan dinamika kehendak rakyat, dimana kedaulatan itu berada.

“Partai Golkar sebagai partai tertua yang menjadi pilar demokrasi di negara kita, selalu berkomitmen untuk menjaga dan mempertahankan demokrasi di negeri yang kita cintai ini,” ungkap Airlangga.

Lewat demokrasi, maka Indonesia bisa mengelola keragaman kehendak, keinginan dan  aspirasi masyarakat Indonesia yang majemuk dan plural.

“Demokrasi yang kita praktekkan saat ini harus bisa memperkuat bagi tegaknya negara persatuan Republik Indonesia,” kata Airlangga.

Airlangga menyatakan semua sistem elektoral Indonesia telah berjalan dengan aman dan tertib, serta lancar. Ia juga menyatakan demokrasi elektoral sudah teruji dan menghasilkan kepemimpinan nasional dan daerah yang memiliki legitimasi, publik yang sangat kuat dari masyarakat

“Kita telah diakui dunia, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia yang bisa menerapkan demokrasi. Ini menunjukkan bahwa Islam dan demokrasi telah memiliki kompatibilitasnya, sebagaimana praktek demokrasi di Indonesia,” tutur Airlangga.

Dalam penutup pidatonya Airlangga pun membacakan pantun. “Dua sahabat lama tak jumpa, bertemu bahagia di bawah lentera.  Golkar dan CSIS selalu bersama, membawa Indonesia menuju sejahtera.”

Pantun kedua: “Bakar Pisang di kota Jogya, rasanya terkenang tiada tara. Golkar menang, Indonesia Jaya, rakyatnya senang, maju sejahtera,” tandasnya.[rea]


Apa Reaksi Anda?

Komentar