Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Agri Santripreneur Dapat Dukungan dari DPRD Pamekasan

Achmadi (dua dari kiri) menyaksikan penandatangan kerjasama dan launching Agri Santriprenuer di Pondok Pesantren Sumber Bungur, Pakong, Pamekasan, Kamis (19/5/2022).

Pamekasan (beritajatim.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, sangat mendukung program ‘Agri Santriprenuer’ dalam rangka mewujudkan pembangunan kemandirian pesantren yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD Pamekasan, Achmadi menyikapi program pemerintah yang dirasa sangat berpihak untuk kepentingan lembaga pendidikan pesantren. Khususnya pasca peresmian program Agri Santriprenuer di Pondok Pesantren Sumber Bungur, Pakong, Pamekasan, Kamis (19/5/2022) lalu.

“Tentunya kami sangat mendukung program yang berorientasi pada kemandirian pondok pesantren, tidak hanya pada sektor pertanian dan peternakan semata, tetapi juga pada bidang perikanan yang juga memerlukan perhatian,” kata Achmadi, Selasa (24/5/2022).

Tidak hanya itu, legislator yang saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pamekasan, juga sangat berharap agar pemerintah terus memberikan dukungan dan motivasi untuk mensukseskan program tersebut.

“Yang pasti kami sangat berharap agar pemerintah terus memberikan support untuk program yang seperti ini, apalagi kemandirian lembaga pendidikan pesantren tentunya juga akan memberikan dampak positif, khususnya untuk pendidikan pesantren di masa depan,” ungkapnya.

Sebelumnya Pemkab Pamekasan merencanakan 13 pesantren berbeda di 13 kecamatan berbeda di wilayah setempat, sebagai proyek percontohan dalam rangka mewujudkan pembangunan kemandirian santri melalui program ‘Agri Santriprenuer’.

“Untuk tahun ini, rencananya ada 13 pesantren di Pamakasan, yang kita siapkan sebagai pilot project pesantren berbasis agri santriprenuer,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Pamekasan, Ajib Abdullah.

Kebijakan kuota tersebut nantinya bisa ditambah jika program tersebut berkembang, sehingga dapat diperluas ke sejumlah pesantren lain di wilayah setempat. “Sementara kita lihat perkembangannya, tidak usah muluk-muluk. 13 pesantren ini bisa jos atau real, tentunya sudah sangat luar biasa,” ungkapnya.

Baca Juga:

    “Jadi sebanyak 13 pesantren yang akan kita jadikan sebagai percontohan kemandirian pesantren berbasis agri santriprenuer ini, tersebar di 13 kecamatan berbeda di Pamekasan. Nantinya kita bantu sesuai dengan potensi alam di pesantren terkait,” jelasnya.

    Hanya saja pihaknya belum memastikan titik pesantren yang hendak dijadikan sebagai pilot project program Agri Santriprenuer. “Intinya nanti kita sebar di pesantren yang ada di 13 kecamatan berbeda di Pamekasan,” sambung Pak Ajib, sapaan akrab Ajib Abdullah.

    Lebih lanjut ditegaskan, bantuan dalam program tersebut nantinya akan berbentuk barang sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang berlaku. “Bantuannya nanti bisa berbentuk barang, kedepan kita harus berdiskusi dengan lembaga untuk mengetahui potensinya,” pungkasnya. [pin/but]


    Apa Reaksi Anda?

    Komentar