Politik Pemerintahan

Agen Penyalur BPNT Bisa Kembalikan Beras Jika Kualitas Buruk

Tuban (beritajatim.com) – Pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tuban terus mengingatkan kepada para Agen penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk ikut selalu mengawasi dan mengecek kondisi beras yang akan disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat. Tujuannya supaya kualitas beras tetap terjaga.

Sebelum dilakukan distribusi ke masing-masing agen, beras dari program bantuan pemerintah itu dilakukan pengecekan secara bersama-sama oleh pihak Dinsos, Agen, TKSK dan juga pihak Muspika Kecamatan Rengel, Tuban. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas beras supaya sesuai dengan santadrt kualitas premium.

Data yang dihimpun beritajatim.com, untuk penyaluran beras BPNT di wilayah Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban sejak beberapa bulan terakhir ini juga sudah menggunakan beras kualitas Premium. Sehingga tidak ada komplain dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terkait dengan kondisi beras yang disalurkan melalui para agen yang ada di masing-masing desa.

“Untuk jumlah order pada bulan Desember ini di wilayah Kecamatan Rengel sebanyak 5.103. Semua merupakan beraa kelas premium dan masing-masing KPM mendapatkan 15 kilogram,” terang Mashar, selaku Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Rengel, Kabupaten Tuban.

Sebelum ribuan sak beras itu dikirim ke masing-masing agen yang ada di Kecamatan Rengel, pihak Dinsos Tuban langsung turun untuk melakukan pengecekan kondisi beras yang akan dikirim. Pengecekan itu diambil secara acak guna mengetahui apakah beras yang akan dibagikan ke masyarakat benar-benar layak sesuai standart premium atau tidak.

“Kita cek berasnya bersama-sama apakah memang kualitasnya benar-benar premiun atau tidak, kalau tidak sesuai standart ya harus diganti. Adapun untuk yang di Kecamatan Rengel ini contoh beras yang kita cek kualitasnya benar-benar bagus,” ujar Santoso, selaku perwakilan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tuban yang ditugaskan mengecek beras itu, Jumat (4/12/2020).

Santoso menambahkan, bahwa ia berpesan kepada masing-masing agen yang ada di tingkat desa untuk juga ikut meneliti kondisi beras yang dikirim oleh suplayer apakah kualitasnya sama dengan contohnya atau tidak. Sehingga jika yang dikirim ke agen tidak sama dengan contoh yang diperiksa maka agen bisa mengembalikan.

“Ini contoh yang dibawa sudah bagus seperti ini, apabila nanti di lapangan penyalurannya tidak sama saya minta agen untuk berani menyampaikan. Untuk ketentuan baru harus ada labeling dari nama suplayernya, kalau tidak ada lebeling dari nama suplayernya ini berarti ilegal. Ini juga harus diperhatikan oleh agen, soalnya kalau ada komplain dari KPM pasti ke kita (Dinsos),” tegasnya. [mut/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar