Politik Pemerintahan

Agar Tidak Nyampah, Warga Kota Kediri Antre di E-Warong

Kediri (beritajatim.com) – Imbauan jaga jarak dari Walikota Kediri saat mengambil sembako di E-Warong berupaya diterapkan oleh warga Kota Kediri, termasuk ajakan untuk mengurangi sampah plastik. Mereka mengantre dengan membawa tas belanjaan sendiri.

Hal yang luput dari perhatian saat wabah Covid-19 adalah meningkatnya sampah, khususnya sampah plastik yang berasal dari paket sembako. KPM (Keluarga Penerima Manfaat) Kecamatan Pesantren mengantre dengan membawa tas belanjaan sendiri. Selain mengurangi sampah, tas belanjaan juga lebih kuat mengingat sembako yang dibawa berat.

“Imbauan Pak Wali juga mengurangi sampah. Maka kami harapkan KPM membawa tas sendiri,” kata Yunanik, Ketua E-Warong Langgeng, Kelurahan Jamsaren, Kecamatan Pesantren.

“Hari ini kami menyalurkan paket untuk 69 KPM penerima sembako reguler dan 34 KPM perluasan Covid-19,” kata Sofwan Arifin, pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) Kecamatan Pesantren. Total yang akan disalurkan sejumlah 192 KPM penerima sembako reguler dan 103 KPM perluasan. Untuk KPM perluasan ini dibagikan mulai April hingga Desember 2020.

Sedangkan untuk mencegah adanya kerumunan, pendamping PKH berkoordinasi dengan kelurahan membagi jadwal per lingkungan. Jadi setiap jam hanya melayani maksimal 15 KPM. Menurut Sofwan, para pengelola E-Warong ini bersedia untuk bekerja lebih lama agar penerima tidak berkerumun. Untuk bulan Mei ini, pembagian dilakukan mulai tanggal 20-23 Mei 2020. KPM membawa kartu yang sudah dibagikan sebelumnya untuk mendapatkan sembako seusai dengan nominal yang tertera di kartu.

“Sembako yang dibagikan memenuhi 4 isi piringku yaitu karbohidrat, protein, mineral, dan vitamin,” tambah Sofwan. Sembako terdiri dari beras, telur, daging ayam, tahu, sayur, dan buah.

E-Warong di Kelurahan Jamsaren ini dikelola oleh 9 orang ibu rumah tangga KPM. Mereka kini piawai menggunakan mesin EDC (Electronic Data Capture) dari Bank Mandiri yang ditunjuk sebagai penyalur dana Covid-19 dan PKH. Selain menyalurkan bantuan, E-Warong juga menjual kebutuhan sehari-hari untuk umum dan KPM. Labanya dibagi rata untuk pengelola.

“Dulu saya buka warung kopi. Terus ada E-Warung ini lebih lumayan. Juga bisa bantu ibu-ibu lain untuk mendapatkan pekerjaan,” kata Yunanik. Di seluruh Kecamatan Pesantren terdapat 8 titik E-Warong yang dikelola oleh ibu-ibu KPM PKH. [nm/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar