Politik Pemerintahan

Agama dan Gender Masih Jadi Rujukan Pemilih di Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Ternyata, di Surabaya masih ada kalangan pemilih yang bakal menentukan pilihan mereka berdasarkan agama dan gender dari kontestan Pilkada.

Hal itu diketahui berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Pusat Riset Pilkada Jatim JTV bersama dengan Tim Survei Pilkada ITS Surabaya.

“Untuk agama, dengan skor 2.73 berada di posisi 18. Sedangkan Gender, atau harus laki-laki, berada di posisi 20 dengan skor 2.18. Itu masih masuk kategori dengan jumlah yang tidak begitu tinggi atau dianggap tidak penting. Tapi, meskipun demikian, responden yang memilih itu jumlahnya merata dari berbagai wilayah yang kita survei,” kata Agnes Tuti Rumiati, tenaga ahli Tim Survei Pilkada ITS Surabaya pada hari Jumat (14/2/2020).

Untuk posisi pertama, karakter pemimpin yang diinginkan oleh warga Surabaya untuk meneruskan kepemimpinan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini adalah sosok yang jujur. “Pemimpin yang jujur ini mendapatkan skor 4.72,” kata Tuti.

“Di posisi kedua, adalah mampu mengatasi masalah ekonomi dengan skor 4.4. Ketiga, mampu mengatasi masalah lingkungan dengan skor 4.33,” tambahnya.

Lebih lanjut, hasil ini riset ini menjelaskan jika karakter pemimpin yang suka blusukan berada di posisi ke-10 dengan skor 4.04. Tepat berada di bawah karakter pemimpin dengan karakter berakhlak baik yang menduduki posisi ke-9 dengan skor 4.17 dan karakter pemimpin berwawasan luas di posisi ke-8 dengan skor 4.24.

Meskipun demikian, Tuto mengungkapkan jika masyarakat Surabaya masih sangat menghendaki karakter pemimpin seperti yang dimiliki Wali Kota Risma. “Karakter yang bagaimana? Ya pemimpin yang tegas, suka blusukan, merakyat, dan memahami kondisi di lapangan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, riset yang dilakukan kali ini menggunakan metode random sampling dengan 450 responden. Margin of error sebesar 5 persen.(ifw/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar