Politik Pemerintahan

Rakercabsus Pilbup Gerindra Jember

Adu Slogan dari ‘Wis Wayahe’, ‘Jember Jenggirat’, Hingga ‘Jember Raya’

Para kandidat bupati saat acara Rakercabsus Pilbup Jember yang digelar Partai Gerindra

Jember (beritajatim.com) – Empat dari 11 orang yang mendaftarkan diri dalam penjaringan calon bupati dan wakil bupati Partai Gerindra Jember, Jawa Timur, bersaing memaparkan visi dan misi masing-masing, dalam Rapat Kerja Cabang Khusus di Hotel Aston, Sabtu (15/2/2020).

Empat orang itu adalah Hendy Siswanto, Sulisno, Djoko Susanto, dan Dima Ahyar. Mereka dinilai memenuhi syarat untuk mengikuti penjaringan calon di Gerindra. Ada nama lain seperti Muhammad Fawait dan Abdussalam. Namun keduanya tak bisa hadir karena sedang umrah.

Setiap kandidat diberi waktu 10 menit untuk memaparkan visi dan misi masing-masing. Adu slogan pun terjadi. Hendy menyatakan ‘wis wayahe’ (sudah saatnya) Jember memiliki bupati baru menggantikan Bupati Faida. Salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bupati baru nanti adalah kemiskinan.

Sulisno menyerukan semangat bekerja sambil berdoa. “Misi saya adalah meningkatkan ketakwaan masyarakat Jember. Kedia, memperkuat birokrasi yang bersih,” katanya.

Djoko Susanto menegaskan, pembangunan bertujuan mendongkrak perekonomian Jember. “Kita tidak bisa bicara Jember makmur, Jember sejahtera, tanpa meningkatkan perekonomian,” katanya. Pembangunan harus berpihak pada masyarakat dan uang berputar di Jember.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah sektor tembakau. “Dulu kalau panen tembakau, petani bisa memborong seisi toko. Bahkan ada cerita jenaka, ada yang beli kulkas untuk dijadikan lemari baju. Kita ingin mengembalikan kejayaan itu: Jember jenggirat,” kata Djoko.

Djoko juga berjanji akan memberdayakan guru ngaji dalam program baca Alquran bagi para siswa sekolah dasar. Harapannya, saat lulus SD, anak-anak Jember sudah khatam atau membaca habis Alquran.

Sementara dalam bidang kesehatan, Djoko akan menempatkan tenaga kesehatan minimal perawat di semua ambulans milik pemerintah. Selain itu, ia ingin Pemkab Jember membangun basis data rekam medik seluruh warga.

Sementara itu Dima Ahyar menyesalkan pertumbuhan ekonomi Jember yang lebih rendah daripada kawasan sekitar. “Ada kesenjangan antara wilayah Jember utara dan selatan. Penduduk di kawasan selatan lebih makmur. Kesenjangan tak hanya terjadi antarwilayah, tapi juga antarwarga. Kita tak ingin membiarkan itu semua. Kita ingin Jember Raya, Jember Sejahtera dan Jaya,” katanya. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar