Politik Pemerintahan

Ada Pemakaman Khusus Pasien Covid-19, Bupati Mojokerto Yakin Tolerasi Masyarakat Tinggi

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto menegaskan rencana lokasi pemakaman untuk pasien Covid-19 di Lahan Perhutani Petak 81D di Dusun Belukwangun, Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong merupakan kebijakan langsung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Kabupaten Mojokerto merupakan salah satu dari sembilan kabupaten di Jawa Timur yang ditunjuk sebagai lokasi pemakaman pasien Covid-19.

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengatakan, ada sembilan kabupaten yang memiliki lahan Perhutani di Jawa Timur yang ditunjuk sebagai pemakaman pasien Covid-19, salah satunya Kabupaten Mojokerto. “Secara prinsip Pemkab Mojokerto selalu linier dengan kebijakan Pemprov Jawa Timur. Sebelum Pemprov melakukan kebijakan, pastinya sudah melakukan kajian terlebih dahulu,” ungkapnya, Jumat (10/4/2020).

Termasuk jika nantinya ada penolakan terkait lokasi pemakaman jenazah Covid-19 di masyarakat. Masih kata Bupati, kebijakan Pemprov Jawa Timur tersebut karena adanya penolakan pemakaman jenasah Covid-19 di tengah masyarakat yang ada di sejumlah daerah di Jawa Timur. Lokasi tersebut dipersiapkan jika ada penolakan jenazah Covid-19.

“Iya, pemahaman masyarakat di sini perlahan sudah teredukasi terkait prosedur pelaksanaan pemakaman warga. Baik itu yang PDP, maupun yang tidak terkait Covid-19 memang diharuskan tetap menggunakan protap Covid-19 pasca wabah tersebut melanda negara kita. Keamanan memang tetap harus dilaksanakan, dengan cara penguburan yang benar,” imbuhnya.

Menurutnya, sikap toleransi masyarakat Kabupaten Mojokerto cukup tinggi terkait adanya proses pemakaman Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di sejumlah kecamatan. Tidak ada penolakan dari masyarakat jika ada PDP yang dimakamkan dengan petugas yang mengenakan Alat Pelindung Diri (PDP) lengkap.

Seperti di Kecamatan Sooko dan Mojoanyar beberapa waktu. Pasalnya, saat ini petugas harus mengenakan APD lengkap saat menanggapi pasien meskipun bukan pasien Covid-19. Menurutnya, memang hal tersebut dilakukan karena protap kesehatan yang harus dilakukan petugas di lapangan.

“Kita berharap mudah-mudahan tidak terisi lah. Kalau pun ada penolakan dari masyarakat suatu saat, kita segera antisipasi dini dengan memberikan edukasi yang benar terkait proses penularan virus tersebut. Begitu juga keamanan dalam cara pemakaman yang memang harus dilaksanakan,” pungkasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar