Politik Pemerintahan

Ada Papan Larangan, Lapangan Surodinawan Masih Jadi Lokasi Belajar Mengemudi

Papan larangan yang bertuliskan dilarang melakukan sejumlah aktivitas di Lapangan Raden Wijaya Surodinawan. Foto: misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Meski sudah ada papan larangan untuk melakukan sejumlah aktivitas di Lapangan Raden Wijaya, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prakuritkulon, Kota Mojokerto, namun masyarakat Kota Mojokerto masih menggunakan lapangan tersebut.

Dua kendaraan mobil sedan warna putih dan mobil family warna merah tampak beraktivitas di Lapangan Raden Wijaya. Kedua kendaraan tersebut tampak beberapa kali berputar di dalam lapangan seperti melakukan aktivitas belajar mengemudi.

Salah satu pedagang, Derry (28) mengatakan, aktivitas belajar mengemudi dilakukan setiap hari di Lapangan Raden Wijaya. “Pagi, siang sama sore. Ada juga yang sampai Malam. Tapi kebanyakan sore menjelang maghrib, belajar mengemudi,” ungkapnya, Sabtu (31/8/2019).

Aktivitas tersebut banyak dikeluhkan para pedagang yang berjumlah di pinggir Jalan Raya Surodinawan atau depan Lapangan Raden Wijaya. Apalagi saat siang hari karena hembusan angin yang ditimbulkan saat melakukan aktivitas belajar mengemudi menyebabkan munculnya debu.

“Kalau ada yang belajar mengemudi disini selalu muncul hembusan angin yang membawa debu, daun kering dan pasir. Pemerintah seharusnya menyediakan fasilitas tersendiri bagi masyarakat yang melakukan aktivitas belajar mengemudi,” katanya.

Hal sama diungkap salah satu tukang ojek, Bambang (24). Karena ia sering duduk di Taman Surodinawan untuk melepas penat setelah mengantar penumpang atau menunggu penumpang. “Mengganggu, seharusnya ada penertiban karena sudah ada papan larangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono mengatakan, jika pihaknya segera melakukan tindakan tegas bagi masyarakat yang melakukan aktivitas belajar mengemudi mobil di Lapangan Raden Wijaya.

“Papan di Lapangan Raden Wijaya sudah tertulis jelas larangannya, jadi segala aktivitas memang tidak boleh dilakukan di lapangan. Kami ingatkan secara humanis terlebih dahulu, kalau masih nekat akan kami tertibkan,” tegasnya. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar