Politik Pemerintahan

Ada Kasus Positif Covid-19 di Pasar Keputran Surabaya?

Virus Corona Covid-19

Surabaya (beritajatim.com) – Data yang dimiliki oleh Pemprov Jatim menunjukkan jika Pasar Keputran menjadi salah satu klaster penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya. Di data itu, terdapat dua kasus positif Covid-19 di pasar induk yang melayani para penjual pasar-pasar lain di wilayah Gerbangkertasusila itu.

Dikonfirmasi, Humas PD Pasar Surya Zaini tidak dapat dihubungi. Dicoba dihubungi melalui telepon selulernya sejak pagi hingga siang, pria yang lama berkarir sebagai jurnalis itu tidak memberikan respon.

Meskipun demikian, dalam berbagai kesempatan Zaini sempat memaparkan syarat-syarat penutupan pasar akibat adanya kasus Covid-19. “Harus ada kasus positif Covid-19 yang dibuktikan dengan surat Dinas Kesehatan. Jadi harus sudah ada hasil Swab Test. Tidak cukup hanya rapid test,” beber Zaini.

“Kemudian, setelah ada kasus positif itu, pasar wajib ditutup selama 14 hari. Jika dalam perkembangannya tidak ada kasus positif lain dari mereka yang biasa beraktifitas di pasar itu, maka pasar bisa dibuka kembali,” jelasnya lebih lanjut.

Sebagai informasi, Pemprov Jatim merilis data mereka terkait kluster penyebaran Virus Corona di Surabaya. Meskipun demikian, ada sedikit perbedaan data milik Pemprov Jatim dengan Pemkot Surabaya.

Dari data yang dimiliki oleh Pemprov Jatim, total terdapat 14 klaster penyebaran Virus Corona di Surabaya. Kluster-kluster itu antara lain adalah:
1. Kluster Surabaya I-PGS : 5 kasus
2. Kluster Surabaya II : 2 kasus
3. Kluster Surabaya III : 2 kasus
4. Kluster Surabaya IV-Pakuwon Mall : 4 kasus
5. Kluster Surabaya V-TP : 9 kasus
6. Kluster Surabaya VI-RRI : 2 kasus
7. Klaster Jalan Gresik VII-PPI : 30 kasus
8. Kluster Surabaya VIII-RS Mitra Keluarga Satelit : 6 kasus
9. Kluster Surabaya IX-PT Sorini : 2 kasus
10. Kluster Surabaya X-Jalan Gembong 5/7 : 4 kasus
11. Kluster Surabaya XI-Tanpa riwayat perjalanan : 37 kasus
12. Kluster Surabaya XII-PT HM Sampoerna : 41 kasus
13. Kluster Surabaya XIII-Pasar Keputran : 2 kasus
14. Kluster Surabaya XIV-Riwayat perjalanan dari Surabaya : 8 kasus.

Di sisi lain, dari data berbeda atau data milik Pemkot Surabaya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan ada 16 klaster Virus Corona di Kota Pahlawan. Jumlah 16 klaster tersebut, pertama dari klaster luar negeri. Kedua, area publik sebanyak sembilan, ketiga klaster Jakarta, dan tempat kerja berjumlah tiga. Kemudian, dari klaster seminar dan pelatihan ada dua, dan perkantoran berjumlah dua dan asrama..

Terkait jumlah klaster yang ada, Wali Kota Risma mengatakan ketika ada warga yang positif maka belum tentu orang tersebut masuk dalam kategori klaster baru. Ia mencontohkan, misalnya klaster dari luar negeri. Dari klaster luar negeri itu, petugas akan terus menelusuri kontak orang tersebut dengan siapa saja. Nah, jika dalam penelusuran itu ditemukan ada yang terkonfirmasi, maka orang tersebut menjadi satu bagian dengan klaster luar negeri. [ifw/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar