Politik Pemerintahan

Ada 6 Orang Asing Tinggal di Ponorogo

Foto/ilustrasi KTP

Ponorogo (beritajatim.com) – Pada suatu kesempatan, terlihat ada warga negara asing (WNA) beraktivitas di Ponorogo. Entah itu dalam acara car free day (CFD), kongkow di pusat perbelanjaan, sampai belanja di pasar tradisional. Menurut data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Ponorogo, ada 6 WNA yang tinggal di bumi reyog.

Mereka merupakan pemegang kartu ijin tinggal tetap (KITAP). Sehingga diperbolehkan tinggal yang cukup lama di Ponorogo. “Saat ini ada 6 WNA pemegang KITAP yang tinggal di Ponorogo,” kata Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Dukcapil Ponorogo Heru Purwanto, Sabtu (23/11/2019).

Heru menjelaskan, Kitap adalah kartu yang diberikan kepada WNA yang akan tinggal di Indonesia untuk waktu yang lama. Jangka waktu Kitap ini 5 tahun. Dapat diperpanjang untuk jangka waktu yang tidak terbatas dengan ketentuan sepanjang izin tinggalnya tidak dibatalkan.

Heru menyebut bahwa Kitap dan KTP nyaris tidak ada perbedaan, bentuk fisiknya hampir sama. Perbedaannya hanya pada elemen datanya. “Perbedaannya ada kewarganegaraan dan masa berlaku kartu itu sendiri,” katanya.

Di Ponorogo, 6 WNA ini menyebar di 3 kecamatan, yakni kecamatan Jenangan, Sawoo dan Ngebel. Mereka, kata Heru, berasal dari Thailand, Australia dan Taiwan. Di sini rata-rata mereka ikut suami atau istrinya yang merupakan orang Indonesia. “Ada satu WNA kembali ke orangtuanya di Desa Mrican Kecamatan Jenangan,” pungkasnya. [end/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar