Politik Pemerintahan

Ada 2 Calon Independen Ambil Formulir di KPU Kabupaten Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto menerima dua calon independen yang akan maju dalam bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Mojokerto tahun 2020. Kedua calon independen tersebut merupakan warga Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.

Satu calon independen mengambil formulir pendaftaran pada, minggu pekan lalu. Sementara satu calon independen yang juga berasal dari Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto datang ke kantor KPU Kabupaten Mojokerto pada, Senin (2/12/2019). Yakni Edi Weliang (49).

“Tujuan saya kesini untuk mengambil formulir pendaftaran dari jalur independen karena saya melihat Mojokerto ini harus ada perubahan. Selama ini, Mojokerto yang maju itu-itu saja. Sekarang ini dalam alam demokrasi jadi siapapun boleh dan tidak ada yang melarang disini,” ungkapnya.

Masih kata budayawan ini, tujuan untuk mengambil formulir pendaftaran dari jalur independen tersebut tidak lain untuk maju jadi bakal calon Bupati Mojokerto. Pasalnya, Edi kelahiran Sulawesi Tengah (Sulteng) tersebut, ingin ada perubahan di Mojokerto. Ia memilih jalur independen karena ia menilai berangkat dari partai politik (parpol) ada batasan.

“Partai selalu membatasi harus begini, begini. Siapa yang berani ini, ini, ini ada kesempatan ini dan saya ngambil jalur independen. Ada berapa syarat menjadi calon kita sudah melakukan, mudah-mudahan Tuhan menghendaki karena dalam hidup tidak ada yang tidak mungkin,” katanya.

Sementara itu, Divisi Teknis KPU Kabupaten Mojokerto, Achmad Arif membenarkan, sudah ada dua calon independen yang mengambil formulir pendaftaran. “Sejauh ini, sudah ada 2 orang yang datang ke kantor KPU yang mengambil formulir. Pengambilan formulir tanggal 25 November sampai 8 Desember 2019,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan tahapan perseorangan pengumpulan dokumen, lanjut Arif, sesuai dengan surat KPU Nomor 197 sambil menunggu PKPU Pencalonan direvisi. Karena ada perubahan menggunakan format model B1 yang baru. Calon independen harus mengumpulkan jumlah dukungan sebanyak 62.338.

“Yang bersangkutan itu harus mengumpulkan jumlah dukungan seperti yang sudah kita tetapkan di tanggal 2 Oktober 2019 lalu yakni sebanyak 62.338 jumlah dukungan dari masyarakat di Kabupaten Mojokerto dan itu harus tersebar di lebih dari 50 persen jumlah kecamatan di Kabupaten Mojokerto yakni 10 kecamatan,” jelasnya.

Arif menjelaskan, pengumuman penyerahan dukungan
tanggal 3 sampai 16 Desember 2019. Tanggal 19 Desember 2019 sampai 23 Februari 2020 bakal calon menyerahkan dukungan ke KPU. Tanggal 23 tanggal 26 Maret 2020 mulai dilakukan verifikasi faktual calon perseorangan.

Penetapan calon independen bulan April 2020. Tanggal 16 sampai 18 Juni 2020 pendaftaran jalur parpol. Juli sampai Agustus 2020 masa kampanye selama 71 hari dan pemungutan dan penghitungan suara tanggal 23 September 2020.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar