Politik Pemerintahan

Emil Dardak Rajin Kunjungi Pabrik untuk Serap Aspirasi Buruh

Sidoarjo (beritajatim.com) – Setelah dua hari lalu Khofifah-Emil mendapatkan dukungan dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dari 38 Kab/Kota, kali ini Emil Elestianto Dardak mendapatkan dukungan dari buruh PT. Aneka Coffe Industry, Kabupaten Sidoarjo, Senin (04/06/2018) sore.

Di perusahaan itu, suami Arumi Bachsin ini berdialog dan bercerita banyak mengenai visi-misinya bersama Khofifah dalam membangun Jatim jika terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur. Bahkan suami Arumi Bachsin ini tak sungkan untuk belajar dan menyerap aspirasi dari para buruh pabrik kopi ini. Menurutnya serap aspirasi dari para buruh merupakan referensi untuk memperkuat programnya jika terpilih memimpin Jawa Timur nantinya.

“Sekarang saya datang disini, terpukau sekali dengan tingkat teknologi yang telah digunakan yang membuat perusahaan ini dipercaya oleh negara asing dengan standar tertinggi misalnya Jepang. Ini harapan kita memang ternyata konsumsi kopi meningkat pesat tetapi produksinya tidak bisa keep up tidak bisa ngikutin sehingga ekspor kita berkurang karena local demain tinggi. Oleh karena itu peluang itu masih besar sekali untuk diisi di Jawa Timur baik Robusta dan Arabika,\” terangnya kepada wartawan.

Lebih lanjut Emil yang sudah membangun Taman Teknologi Kopi di Trenggalek akan mendorong daerah-daerah lainnya di Jawa Timur untuk meningkatkan hasil kopinya. Peningkatan hasil kopi ini diarahkan untuk bisa memenuhi kebutuhan pabrik di Jawa Timur, mengingat selama ini pabrik masih disuplai oleh kopi dari Bengkulu.

\”Harapan kita Selingkar Wilis bisa menjadi sabuk kopi, Lingkar Ijen sangat potensial untuk kopi arabika karena ketinggiannya sangat memadai. Inilah yang akan kita dorong karena permintaan pabrik akan kopi robusta dan arabika sangat besar sekali,\” tambahnya.

Mendapatkan dukungan dari serikat buruh serta Jawa Timur cawagub Jatim nomor urut satu, Emil Elestianto Dardak tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya saat mengunjungi PT Aneka Coffee Industri Sidoarjo.

\”Saya sangat bersyukur sekali SPSI dan organisasi sarikat-sarikat pekerja yang ada di Jawa Timur ini memberikan dukungan dengan syarat kami memberikan pakta integritas, pakta komitmen yang akan benar-benar memperjuangkan aspirasi para buruh dan menjalin komunikasi yang benar-benar bisa diakses oleh para buruh,\” ungkap penggagas pelayaran perintis selatan Nusantara ini.

\”Selain itu APBD ini harus juga memperhatikan pengembangkan kompetensi buruh. Mungkin kita bisa bikin seperti di Singapura, ada sebuah center yang memberikan employment yang mempersiapkan buruh-buruh di Singapura mampu menjempu era revolusi industri ke-4, kenapa hal ini tidak kita buat di Indonesia,\” tutur Doktor termuda Jepang ini.

Emil lebih lanjut memberikan contoh bahwa PT Aneka Coffee Industri ini adalah perusahaan hi-tech dengan hanya sebanyak 350an pekerja.

\”Ini karena produksinya menggunakan alat tekhnologi tinggi sehingga para pekerjanya benar benar terlatih seperti analis kimia dan jurusan lainnya. Ada kemungkinan perusahaan lain juga akan menggunakan mensin berteknologi tinggi sehingga perlu dipikirkan kesiapan para buruh untuk menyambut ini,\” jelas Emil lagi.

Sekjen DPC Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM – SPSI) Sidoarjo, Wahono ketika ditemui di Aneka Coffee Industri membenarkan arah dukungan terhadap Kofifah-Emil.

\”Kami memandang Bu Kofifah sangat bagus ketika menjabat menteri sosial sedangkan Mas Emil kerjanya juga sangat luar biasa memimpin di Trenggalek. Jadi apa salahnya bila kita dukung untuk memimpin Jawa Timur,\” tegas Wahono.

Lebih lanjut ia menambahkan bahwa yang membuat dirinya bersama kaum buruh tambah yakin untuk memilih Khofifah dan Emil Dardak karena pasangan ini dinilai sangat konsen terhadap pekerja. Bahkan dirinya menyatakan akan bergerak dan mengajak seluruh buruh untuk mendukung sekaligus memenangkan Khofifah-Emil saat pencoblosan pada 27 Juni 2018.

\”Namun meskipun mendukung Khofifah-Emil bilamana nanti kebijakan pemerintah nantinya merugikan kaum buruh tentunya kami akan tetap mengkritisi, jadi dukungan kami objektif,\” pungkasnya. [ifw/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar