Politik Pemerintahan

Dewan Kritisi Jalan Surowiti Senilai Rp 3,2 Miliar

Gresik (beritajatim.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik mengkritisi peningkatan Jalan Surowiti Panceng senilai Rp 3,2 miliar. Langkah ini diambil karena proyek jalan tersebut dinilai masih jauh dari harapan. Ditambah pengerjaannya asal-asalan. Padahal, batas akhir masa kontrak tinggal sepekan.

Ketua Komisi III DPRD GResik Asroin Widiyana mengaku kecewa. Alasannya, kontraktor yang mengerjakan proyek jalan tersebut tidak serius.

\\\”Masak progresnya baru 15 persen dan ini baru ketahuan selesai lelang,\\\” ujarnya, Selasa (25/12/2018).

Menurut politisi asal Partai Golkar itu, proyek tersebut sejatinya bisa selesai tepat waktu. Yang jadi masalah, material proyek belum siap setelah lelang selesai. Akibatnya, pekerjaan sudah molor sejak awal.

\\\”Selain Jalan Surowiti, kami juga mengevaluasi proyek jalan Driyorejo-Lakarsantri. Sebab, ada beberapa pekerjaan yang tidak sesuai kontrak. Salah satunya, pemasangan drainase.

\\\”Semuanya bakal dievaluasi. Termasuk dinas pekerjaan umum dan tata ruang (DPUTR) selaku penaggungjawab program,\\\” paparnya.

Menanggapi hal ini Kepala DPUTR Gunawan Setiadji mengaku memang ada beberapa proyek yang masuk daftar evaluasi. Namun, dia belum bisa merinci proyek mana saja yang mendapat catatan merah.

\\\”Nanti kita evaluasi bersama-sama saat hearing,\\\” ungkapnya.

Secara terpisah, Kabag Program Pembangunan Ida Lailatus Sa’diyah mencatat ada 15 proyek yang dinyatakan kritis. Baik dari aspek progres waktu maupun pekerjaan. Namun, dirinya enggan merinci proyek yang dimaksud.

\\\”Memang ada salah satu proyek contoh jalan yang masih dalam pengerjaan. Yaitu, Jalan KH Sayfi’i. Kontrak kerja proyek senilai Rp 4,4 miliar itu berakhir kemarin. Namun, progresnya baru 20 persen. Itu laporan akhir bulan November. Sekarang sekitar 35 persen,” tandasnya.

Karena itu lanjut Ida, pihaknya akan mendata kembali proyek-proyek yang masuk daftar evaluasi. [dny/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar